Kumparan Logo

Roller Coaster Investasi SoftBank, hingga Bakar Uang Miliaran Dolar AS

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SoftBank Foto: REUTERS/Toru Hanai/
zoom-in-whitePerbesar
SoftBank Foto: REUTERS/Toru Hanai/

Perusahaan keuangan asal Jepang, SoftBank, dikenal sangat agresif dalam menyalurkan pendanaan ke perusahaan-perusahaan rintisan atau startup. Tapi kini, perusahaan itu disebut telah membakar uang USD 100 miliar atau sekitar Rp 1.413 triliun dana investasi SoftBank.

Data yang dihimpun Reuters mengungkapkan, dana sebesar itu terbakar hanya dalam waktu dua tahun terakhir. Perusahaan yang didirikan miliarder Masayoshi Son itu, selama ini menyasar startup pada sektor yang beragam.

Mulai dari pengembang mobil otonom, layanan kesehatan, transportasi, termasuk sektor keuangan. Tapi kasus bakar duit paling dramatis SoftBank, dialami pada investasi mereka di perusahaan berbagi kantor (co-working space), WeWork. Startup asal Amerika Serikat (AS) ini, pendanaannya disokong SoftBank.

Analis Riset Ekuitas Teknologi di Jefferies, Atul Goyal, seperti dikutip dari Fortune memperkirakan, ada dana USD 10 miliar hingga USD 11 miliar, yang dibenamkan SoftBank di WeWork.

WeWork semula ditaksir memiliki valuasi USD 47 miliar atau sekitar Rp 664 triliun. Tapi Goyal memperkirakan, valuasi itu bakal turun ke angka USD 10 miliar. Hal ini berarti kerugian besar bagi SoftBank.

Sementara itu laporan yang disusun analis dari Sanford C. Bernstein & Co, Samuel Chen, menyebutkan pada akhir Juni 2019 lalu, WeWork memiliki dana tunai di perusahaan sebesar USD 2,5 miliar.

“Jika perusahaan terus membakar uang seperti saat ini, yakni sebesar USD 700 juta atau sekitar Rp 9,9 triliun per kuartal, maka uang tunai WeWork akan habis pada pertengahan kuartal II 2020,” tulis Chen seperti dikutip dari The Guardian. Artinya WeWork bangkrut.

Ahli Strategi Ekuitas dari Morgan Stanley, Michael Wilson, menyatakan masalah keuangan yang membelit WeWork menjadi sinyal berakhirnya strategi ‘bakar uang’ di perusahaan-perusahaan rintisan atau startup. Wilson juga mengungkap kasus serupa pada korporasi lain, yang terjadi dalam 20 tahun terakhir.

Ilustrasi seorang pria masuk ke co-working space WeWork di New York, AS. Foto: Brendan McDermid/Reuters

Termasuk pelopor perusahaan transportasi online berbasis di AS, Uber, yang pendanaannya juga disokong SoftBank. Bedanya, Uber akhirnya melantai di bursa New York, meskipun valuasi dan perolehan dananya jauh di bawah target. Sementara WeWork membatalkan rencana menjual sahamnya ke publik.

Reuters merinci investasi SoftBank melalui skema Vision Fund, ke berbagai perusahaan rintisan di berbagai negara di dunia:

Investasi Utama SoftBank

  • USD 11,8 miliar di perusahaan taksi China, Didi Chuxing

  • USD 10,7 miliar di startup berbagi kantor berbasis di AS, The We Company (WeWork)

  • USD 7,7 miliar di perusahaan perusahaan transportasi online berbasis di AS, Uber Technologies Inc

  • USD 3 miliar di Grab, perusahaan transportasi online di Asia Tenggara

  • USD 3 miliar di perusahaan e-commerce Korea Selatan, Coupang

Masayoshi Son, CEO SoftBank. Foto: Charly Triballeau/AFP

Kapasitas Vision Fund

  • SoftBank melalui skema Vision Fund telah menginvestasikan total sebesar USD 71,4 miliar di 83 perusahaan. Adapun hasil investasinya tercatat sebesar USD 20,2 miliar. Dari dana itu, sebesar USD 6,4 miliar telah didistribusikan kepada investor pada akhir Juni lalu.

  • Kontribusi SoftBank ke Vision Fund sendiri, tercatat sebesar USD 20,5 miliar.

  • Hasil investasi USD 20,2 miliar dari Vision Fund, sebagian besar masih berupa catatan di atas kertas. Pada saat yang sama, valuasi perusahaan-perusahaan penerima dana investasi, berada dalam tekanan yang semakin besar. Sebabnya, saham di empat dari lima perusahaan portofolio yang terdaftar dalam Vision Fund, telah turun tajam dalam tiga bulan terakhir hingga September.

  • Perusahaan-perusahaan yang telah terdaftar di bursa saham adalah Uber, Slack Technologies Inc, Guardant Health Inc, ZhongAn Online P&C Insurance Co Ltd, dan Ping An Health and Technology Co Ltd (Ping An Good Doctor).

  • Keuntungan riil yang diraup Vision Fund, sejauh ini hanya berasal dari penjualan dua investasi mereka. Yakni penjualan investasinya di perusahaan e-commerce India, Flipkart dan pembuat chip, A. N. Nvidia Corp.

Secara sektoral, investasi utama yang ditanamkan Vision Fund meliputi beberapa bidang yakni:

Menko bidang Maritim Luhut Panjaitan (kedua kiri) berbincang dengan CEO Grab Anthony Tan (kiri), Founder dan CEO Softbank Masayoshi Son (kedua kanan) dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata. Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Transportasi dan logistik:

Uber, Didi, Grab, unit self-driving General Motors Co (GM.N) Cruise, perusahaan pengiriman makanan Doordash dan platform jual-beli mobil bekas Jerman Auto1.

Total investasi: USD 28,3 miliar. SoftBank melaporkan nilainya pada akhir Juni 2019 lalu sebesar USD 33 miliar.

Teknologi:

Perancang chip, Arm; Firma robotika otonom, Brain; Firma kamera mobil otonom, Light; Dan perusahaan simulasi virtual, Improbable.

Total investasi: USD 10,5 miliar. Sekarang diklaim bernilai USD 11,2 miliar.

E-commerce:

Perusahaan e-commerce Korea Selatan, Coupang; Perusahaan e-commerce Indonesia Tokopedia; Jaringan hotel India, Oyo; Toko kelontong online, Grofers; Perusahaan pertanian indoor, A.

Total investasi: USD 10,1 miliar. Sekarang diklaim bernilai USD 14,8 miliar.

Properti:

Perusahaan berbagai kantor, WeWork; Pasar real estat online, Compass and Opendoor; Dan perusahaan konstruksi, Katerra.

Total investasi: USD 8 miliar. Sekarang diklaim bernilai USD 9,9 miliar.

Fintech:

Aplikasi pembayaran dengan QR Code India, Paytm; Kreditur online Kabbage and Oaknorth; Perusahaan asuransi online, ZhongAn di Cina dan PolicyBazaar di India.

Total investasi: USD 3,7 miliar. Sekarang diklaim bernilai USD 4,2 miliar.

Teknologi Kesehatan:

Ping An Good Doctor; Perusahaan pengujian kanker AS, Guardant; Dan produsen obat Swiss, Roivant Sciences.

Total investasi: USD 2,8 miliar. Sekarang diklaim bernilai USD 4,7 miliar.

Layanan Kantor:

Aplikasi Slack; Perusahaan penyimpanan data, Kohesi; Dan pemetaan perusahaan, Mapbox.

Total investasi: USD 2,7 miliar. Sekarang diklaim bernilai USD 4,1 miliar.

Reuters menyebut, semua angka valuasi itu didasarkan pada dokumen dan portofolio perusahaan, serta angka yang diajukan SoftBank.