Saat Jokowi Curhat Kena Macet hingga Tebar Ancaman ke Mafia Impor

Presiden Joko Widodo semalam menghadiri acara pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI). Acara makan malam dengan seluruh pelaku industri keuangan atau Banker’s Dinner ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri, duta besar, dan pelaku usaha.
Dalam sambutannya, Jokowi memaparkan kondisi ekonomi global yang masih diselimuti ketidakpastian. Bahkan ia mengibaratkannya dengan film, mulai dari Game of Throne hingga Cast Away.
Untuk lebih jelasnya, berikut kumparan rangkum pidato Jokowi yang menarik perhatian publik, Jumat (29/11):
Curhat Macet Setengah Jam
Sebelum memulai sambutannya, Jokowi curhat kena macet hampir setengah jam. Acara Banker’s Dinner dijadwalkan pukul 19.00 WIB di Hotel Raffles, Jakarta, namun Jokowi baru hadir sekitar pukul 19.30 WIB.
Lokasi acara di jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta, itu memang terkenal dengan macetnya. Apalagi letak Hotel Raffles yang berdekatan langsung dengan pusat perbelanjaan dan perkantoran.
"Saya kena macet. Setengah jam enggak gerak. Maaf saya terlambat. Itu makanya ibu kota dipindah," kata Jokowi mengawali pidato pengarahannya, Kamis (28/11).
Pernyataan Jokowi itu pun disambut tawa hadirin. Di antara yang hadir sebagai undangan, tampak Wakil Presiden ke-11 RI yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia, Boediono. Sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara, para duta besar, serta menteri anggota Kabinet Indonesia Maju.
Berbeda dengan pertemuan tahunan BI terdahulu, yang biasa digelar di kawasan Senayan, kali ini di kawasan Kuningan. Untuk akses ke lokasi, masih ada sejumlah perbaikan jalan dan trotoar, yang memicu kemacetan.
Ulas Film Cast Away
Jokowi juga menjelaskan mengenai kondisi ekonomi global yang masih mengalami ketidakpastian. Pidatonya saat Annual Meeting IMF-World Bank 2018 mengenai 'The Winter is Coming' juga benar-benar terjadi di tahun ini.
"Coming-nya betul-betul ada," ujar Jokowi.
Bahkan kali ini, Jokowi menggambarkan kondisi ekonomi seperti film Cast Away, film yang dibintangi oleh Tom Hanks pada 2000. Dalam film itu, menggambarkan bahwa ada pesawat kargo yang jatuh dan hanya ada satu orang yang bertahan.
"Ini aktornya masih saudara saya, Tom Hanks. Ini bercerita ada pesawat kargo yang jatuh ke dalam sebuah pulau, dan hanya ada satu orang yang bertahan hidup," katanya.
Menurutnya, film itu cukup berhubungan dengan kondisi ekonomi saat ini, di mana negara yang mampu mengatasi kesulitan lah yang akan bertahan.
"Chuck Noland di film ini yang diperankan Tom Hanks dia mampu bertahan di tengah kesulitan yang menimpa dirinya," kata dia.
Selanjutnya, negara juga harus mampu mencari sumber baru untuk membantu ketahanan. "Kita harus mencari sumber baru yang dapat mendukung upaya tetap bertahan," kata Jokowi.
Terakhir, suatu negara juga harus optimis menghadapi berbagai tekanan global. "Jangan kalau ada tekanan kita semuanya bicara pesimis, ngomong wait and see, enggak memecahkan masalah," katanya.
Sindir Lagi BUMN
Jokowi kembali mengingatkan agar BUMN tidak mendominasi sejumlah proyek di Indonesia. Menurutnya, proyek harus mendahulukan pihak swasta.
Apalagi, peran APBN untuk membiayai sejumlah proyek hanya 14-16 persen. Sementara sisanya dipenuhi dari pihak swasta.
"Saya sampaikan swasta itu berikan terlebih dulu kalau ada peluang, kalau ada kesempatan. Hati-hati, jangan dikit-dikit diambil BUMN," tuturnya.
Menurutnya, BUMN bisa mengambilalih suatu proyek jika swasta memang tak mampu mengerjakan. Jika BUMN tak mampu dalam pendanaan, maka pemerintah akan menyuntikkan dana itu melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
"Kalau swasta tidak mampu mengerjakan, siapkan BUMN mengerjakan. Tentu saja biasanya ada suntikan dari yang namanya PMN, dia bisa disuntik PMN," jelasnya.
Gigit Mafia Impor
Ia juga berjanji akan membereskan urusan impor komoditas yang menjadi penyebab membengkaknya neraca perdagangan dan melebarnya defisit transaksi berjalan/current account defisit (CAD).
"CAD kita selalu mengganggu volatilitas rupiah. Ini karena ketergantungan yang besar terhadap impor, terutama minyak dan gas," tutur Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi menyindir ada beberapa pihak yang memang senang mengimpor. Dia berkata akan mengganggu para penyuka impor ini.
"Ada yang senang impor, tapi tidak mau diganggu impornya, mau minyak atau LPG. Saya akan ganggu. Pasti akan saya gigit itu orang," tambahnya.
