Saham Induk Usaha 7-Eleven Anjlok ke Level Terendah

Saham induk perusahaan pemilik waralaba 7-Eleven, PT Modern Internasional Tbk (MDRN) anjlok hingga ke level terendahnya. Saham MDRN nyaris menyentuh level Rp 50 alias gocap, level harga terendah di bursa saham.
Anjloknya saham perusahaan tersebut bertepatan dengan batalnya penjualan 7-Eleven kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI), yang tak lain adalah anak usaha PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Padahal sebelumnya, transaksi jual beli sudah terjadi.
[Baca Juga: 7-Eleven Batal Dijual]
Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/6), saham MDRN ditutup anjlok hingga 12,07 persen atau 7 poin ke Rp 51. Saham MDRN sempat menyentuh level tertingginya di Rp 59.
Saham MDRN ditransaksikan sebanyak 1.662 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 1.206.737 saham senilai Rp 6,43 miliar.
[Baca Juga: Gagal Deal dengan Charoen Pokphand Jadi Alasan 7-Eleven Batal Dijual]
Secara bersamaan, saham CPIN juga melemah 10 poin atau 0,32 persen ke Rp 3.110.
Saham CPIN sempat menyentuh level tertingginya di Rp 3.170 dan terendahnya di Rp 3.090.
Saham CPIN ditransaksikan sebanyak 1.601 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 45.277 saham senilai Rp 14,18 miliar.
