Saham Sektor Perbankan Kompak Ambrol, Asing Kabur Imbas Silicon Valley Bank
·waktu baca 2 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 145,141 poin (2,14 persen) ke posisi 6.641,814 pada perdagangan Selasa (14/3). IHSG sempat menyentuh angka terendah di posisi 6.635,376.
Salah satu penyebab anjloknya IHSG hari ini, dipengaruhi oleh saham sektor perbankan yang ambrol imbas dari bangkrutnya Silicon Valley Bank (SVB) asal AS.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan pasar modal Indonesia terkena dampak pasar modal di Amerika Serikat (AS) akibat Bank Silicon Valley (SVB) tutup.
“Kegelisahan pasar terus mengatur nada untuk hari perdagangan kedua berturut-turut setelah keruntuhan tiba-tiba Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank, meskipun beberapa ketenangan dipulihkan setelah Presiden AS Joe Biden pada hari Senin berjanji untuk mengambil tindakan untuk memastikan keamanan sistem perbankan,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Selasa (14/3).
Dalam hal ini Presiden Joe Biden juga mengatakan tindakan cepat pemerintah untuk memastikan deposan dapat mengakses dana mereka di SVB dan Signature Bank harus memberikan kepercayaan kepada orang Amerika bahwa sistem perbankan AS aman.
Asing Lakukan Nett Sell di Saham Perbankan
Tak ayal, hal itu memunculkan tren aksi jual (net foreign sell) saham perbankan di Indonesia. Berdasarkan data RTI Business, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI menduduki posisi pertama dengan nilai net foreign sell mencapai Rp 100,4 miliar.
Kemudian disusul oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) senilai Rp 82,5 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI senilai Rp 59,8 miliar.
Berdasarkan data RTI Business, saham bank mengalami penurunan lebih dari 2 persen. Berikut daftar saham bank yang berada di zona merah:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 225 poin (2,63 persen) ke posisi 8.325 per lembar.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) merosot 65 poin (4,11 persen) ke posisi 1.515 per lembar.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) anjlok 425 poin (4,11 persen) ke posisi 9.925 per lembar.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) Tbk (BBTN) melemah 50 poin (4,02 persen) ke posisi 1.195 per lembar.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 225 poin (2,5 persen) ke posisi 8.775 per lembar.
