Kumparan Logo

Saingi Fintech, Teten Minta Koperasi Go Digital

kumparanBISNISverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Madzuki. Foto: Abdul Latif/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Madzuki. Foto: Abdul Latif/kumparan

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) saat ini tengah mendorong digitalisasi koperasi. Saat ini koperasi sudah harus mampu meningkatkan layanan supaya tidak ditinggal nasabah.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan layanan yaitu menuju digital (Go Digital). Sebab saat ini koperasi harus meningkatkan daya saing, di sisi lain juga harus bersaing berbagai macam paltform digital, seperti layanan financial technology (fintech).

“Koperasi Simpan Pinjam, jika tidak memperbaiki model pelayanannya kepada anggota atau klien mereka, mungkin akan kalah gesit dengan fintech yang sudah menggunakan aplikasi,” katanya kepada awak media saat ditemui di Kantornya, Selasa (17/12).

Ilustrasi Fintech. Foto: Getty Images

Teten pun menambahkan saat ini masyarakat mencari layanan keuangan yang serba mudah, praktis dan pembiayaan murah. Untuk itu ia pun mengatakan supaya koperasi lebih fokus pada peningkatan daya saing.

“Kan orang mau gabung ke koperasi yang memiliki entitas bisnis yang ada manfaat. Kalau tidak ya orang akan memilih yang lain,” katanya.

Saat ini persoalan daya saing koperasi kata Teten ada pada tataran ideologi yang masih konvensional. Sementara koperasi harus terus mampu memberikan keuntungan bagi nasabahnya.

“Koperasi mereka bilang, koperasi jangan didesain memiliki daya saing ini kan menurut saya bukan pada level ideologi tapi dalam bagaimana cara menjalankan usahanya yang efisien,” ucap Teten.

Berdasarkan catatannya, saat ini terdapat sekitar 150.000 koperasi di seluruh Indonesia.