Sebulan Terakhir, Harga Beras Medium di Cipinang Naik Rp 300 per Kg

Sejumah pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang tampak menjual harga beras medium di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Tercatat, HET beras medium berkisar antara Rp 9.450 hingga Rp 10.250 per kilogram (kg).
Namun, beras medium yang paling rendah masih dijual dengan harga Rp 9.500 per kilogram. Harga ini dikatakan sejumlah pedagang tadi sudah naik sejak awal bulan Desember karena menipisnya stok.
Di awal Desember lalu, harga beras medium paling rendah dijual seharga Rp 9.200 per kg, sebelum berangsur naik jadi Rp 9.500 per kg dalam kurun waktu satu bulan.
"Iya, sudah naik sejak awal Desember kemarin. Memang biasa siklusnya kalau bulan 12 atau bulan Januari nanti itu stok turun karena tidak ada panen. Naiknya itu dalam satu bulan capai Rp 300 (per kg) jadi Rp 9.500 per kg," kata Slamet, salah seorang pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (27/12).

Slamet menjelaskan, penurunan stok beras medium yang terjadi sejak awal Desember tercatat hingga 30 sampai 40 persen. Karena itu, harga mulai beranjak naik.
Tak hanya itu, ada juga salah satu pedagang yang menjual beras medium di Pasar Induk Cipinang seharga Rp 10.200 untuk jenis IR 64 II.
"Kami jualnya beras medium yang paling rendah harganya itu Rp 10.200 per kg," ucapnya saat ditemui kumparan.
Dari data harga rata-rata beras di Cipinang hari ini, beras medium jenis IR 64 III dijual seharga Rp 8.500 per kg, IR 64 II Rp 10.150 per kg, dan IR 64 I seharga Rp 10.750 per kg. Meski begitu, beberapa pedagang yang ditanya di Pasar Induk Cipinang mengaku menjual beras medium di harga paling rendah Rp 9.500 per kg.
