Kumparan Logo

Segini Realisasi Anggaran MBG Tahun Ini dan Total untuk 2027

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ie Masen Ulee Kareng menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/7/2026). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ie Masen Ulee Kareng menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/7/2026). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp 117 triliun hingga Agustus 2026.

Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan anggaran tersebut setara dengan sekitar 56 persen dari total anggaran MBG 2026 yang telah diefisiensikan menjadi Rp 229 triliun.

"Rp 117 triliun sudah kita salurkan. Sekarang ini per kemarin ya, kalau enggak salah hari apa kemarin itu 56 persen per periode per hari kemarin, ya, per hari kemarin sudah 56 persen ya," ungkap Sudaryono kepada wartawan di kantor pusat Kemenkeu, Jakarta, Jumat (28/8).

Awalnya, anggaran BGN untuk pelaksanaan MBG sebesar Rp 268 triliun. Namun, Sudaryono menyebutkan BGN melakukan penyisiran dan efisiensi sehingga anggaran turun menjadi Rp 229 triliun.

“Jadi dari Rp 268 triliun itu kemudian kami sisir, itu kami efisiensikan menjadi Rp 229 triliun, dari 229 triliun itu terpakailah Rp 117 triliun. Rp 268 triliun menjadi Rp 229, ada efisiensi di situ,” terang Sudaryono.

Pada tahun 2027, Sudaryono mengungkapkan anggaran BGN mencapai sekitar Rp 240 triliun. Porsi terbesar dari anggaran tersebut dialokasikan untuk pelaksanaan program MBG yang ditargetkan menyasar 72,1 juta penerima manfaat, setara 97 persen dari total pagu atau sekitar Rp 232,8 triliun.

video story embed

Dengan demikian, porsi anggaran untuk operasional BGN hanya sekitar 3 persen atau Rp 7,2 triliun dari total pagu tersebut. Menurutnya, dana ini akan digunakan untuk fungsi pengawasan dan monitoring, termasuk pembayaran gaji kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berstatus PPPK dan digaji langsung oleh BGN, dengan jumlah total lebih dari 30.000 orang.

"Untuk operasional BGN sendiri sebetulnya hanya sekitar 3 persen dari anggaran itu, kalau 3 kali Rp 240 sekitar Rp 6 triliun, Rp 6 koma sekian untuk fungsi pengawasan, untuk kemudian monitoring gaji-gaji termasuk gaji kepala SPPG," tutur Sudaryono.