Selandia Baru Kucurkan Rp 152 M Kembangkan Energi Panas Bumi di RI

19 September 2023 15:53
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Potensi energi panas bumi di Dieng Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin
ADVERTISEMENT
Selandia Baru bekerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan energi panas bumi. Selama lima tahun ini, Selandia Baru telah menggelontorkan NZD 10,6 juta untuk bantuan teknis panas bumi dan peningkatan kapasitas bagi tiga lembaga mitra di Indonesia selama lima tahun ini.
ADVERTISEMENT
Kerja sama tersebut dipastikan akan terus berlanjut untuk Indonesia dan Aotearoa Selandia Baru. Pada awal tahun ini, Aotearoa Selandia Baru mengumumkan Program Energi Panas Bumi Indonesia-Aotearoa Selandia Baru (PINZ) senilai NZD 15,64 juta, sekitar USD 9,9 juta atau Rp 152 miliar (kurs Rp 15.320 per dolar AS) untuk periode 2023-2028.
Dukungan untuk Mempercepat Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia (GeoINZ) telah dilakukan melalui Jacobs New Zealand dengan dukungan dalam negeri dari Jacobs Indonesia, atas nama Program Kerja Sama Pembangunan Internasional Aotearoa New Zealand-Nga Hoe Tuputupu-mai-tawhiti (IDC)
Energi terbarukan merupakan fokus utama dari dukungan pembangunan Aotearoa Selandia Baru untuk Indonesia, berdasarkan kolaborasi dan kemitraan yang telah berlangsung lama di bidang Energi Terbarukan antara kedua negara.
ADVERTISEMENT
Program Kerja sama Pembangunan Internasional Aotearoa Selandia Baru - dukungan Nga Hoe Tuputupu-mai-tawhiti (IDC) berkomitmen untuk berkontribusi dalam meningkatkan pembangkit energi terbarukan di Indonesia agar bisa mendukung Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi dan komitmen perubahan iklim.
"Pemerintah Indonesia telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk menarik lebih banyak investasi swasta karena proyek-proyek panas bumi akan menjadi tulang punggung nasional seiring dengan dihentikannya pembangkit listrik tenaga batu bara," ujar Direktur Jendral EBTKE Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priadi dalam keterangannya, Selasa (19/9).
Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Kevin Burnett, mengatakan pihaknya akan mendukung pertumbuhan industri panas bumi Indonesia dari awal pengembangan hingga menjadi kuat, serta memiliki kapasitas teknis yang mumpuni seperti saat ini hingga bisa melakukan ekspor ke pasar internasional.
ADVERTISEMENT
"Selandia Baru bangga bisa bekerja sama secara bilateral dengan Indonesia, dan secara umum di seluruh kawasan Pasifik dan Indo-Pasifik, dalam transisi energi yang berkelanjutan," jelasnya.
Media Gathering Tahun Baru Maori, Matariki, bersama Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Kevin Burnett di Kedutaan Besar Selandia Baru, Jakarta Pusat (29/6). Foto: Aliyya Bunga/kumparan
Dukungan yang diberikan meliputi peningkatan kemampuan teknis dan kepercayaan diri dalam program pengeboran Pemerintah, serta mendorong peluang untuk penggunaan langsung energi panas bumi. Berbagai upaya juga telah dilakukan untuk mengembangkan standar, mengurangi risiko eksplorasi pengeboran dan mendukung interaksi dengan industri yang lebih luas.
GeoINZ juga berperan penting dalam meluncurkan WING (Women in Geothermal) yang kini berafiliasi secara independen di Indonesia sebagai bagian dari jaringan global yang bertujuan untuk mempromosikan pendidikan, pengembangan profesional, dan kemajuan keterlibatan perempuan dalam industri energi panas bumi.
Selain kegiatan GeoINZ, Aotearoa Selandia Baru dan Pemerintah Indonesia telah bermitra dalam Dukungan Selandia Baru untuk Pelatihan di Sektor Panas Bumi Indonesia (NZSTIGS) untuk mengembangkan kurikulum kursus dan program pelatihan pengajaran bersama dengan tutor Indonesia serta melakukan pelatihan keterampilan dan kemampuan kepada karyawan swasta dan publik.
ADVERTISEMENT
PINZ akan terus berfokus pada penyediaan akses ke pengetahuan teknis untuk mempercepat pengembangan sektor industri energi panas bumi, serta peningkatan berkelanjutan dalam pelatihan keterampilan dan kemampuan, hal ini penting bagi tenaga kerja industri panas bumi yang saat ini sedang berkembang. Diharapkan dukungan ini dapat membantu Indonesia untuk mencapai target nasional energi terbarukan dan menurunkan emisi gas rumah kaca.