Sempat Terdampar Karena Larangan Terbang, Warga Yogya Akhirnya Pulang Kampung

Seorang warga Yogyakarta, Muhammad Nur, sempat cemas dan khawatir terdampar di Jakarta, akibat kebijakan pemerintah yang memberlakukan larangan terbang. Larangan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan atau Permenhub No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi untuk Pelarangan Mudik Lebaran 1441 Hijriah.
Pria yang biasa disapa Ahmad itu berada di Jakarta sejak Rabu (22/4), karena ditugaskan kantornya untuk urusan suatu pekerjaan. Dia berangkat menggunakan pesawat dari Yogyakarta dan sudah memiliki tiket pulang untuk keberangkatan Jumat (24/4).
Bersamaan dengan jadwal kepulangannya, Permenhub No. 25 Tahun 2020 mulai berlaku. Tiba-tiba saja Ahmad mendapat pesan melalui SMS dari maskapai yang membatalkan penerbangannya dari Jakarta ke Yogyakarta. Pesan itu masuk, justru ketika dia sudah siap berangkat ke Bandara Halim untuk pulang ke Yogyakarta.
"Harusnya pagi tadi saya pulang ke Jogja. Tapi tiket penerbangan yang sudah saya beli tiga hari lalu dibatalkan sama maskapainya. (Tiket pulang) itu saya beli pas sekalian sama tiket berangkat ke sini. Padahal kan saya mau pulang kampung, bukan mudik," kata Muhammad kepada kumparan, Jumat (24/4).
Dia sempat kelimpungan, karena khawatir tak dapat pulang. Mencoba mencari tiket maskapai lain yang terbang ke Yogyakarta di travel online, awalnya gagal. Sementara kereta jarak jauh dari Jakarta juga tak beroperasi.
Setelah beberapa kali mencoba menelepon ke nomor hotline sebuah maskapai, Ahmad beruntung panggilan teleponnya diangkat. Kebahagiaannya makin sempurna, setelah maskapai itu masih menjual tiket penerbangan ke Yogyakarta pada Jumat (24/4) sore.
"Enggak tahu, bingung. Jujur aku tuh. Kita lihat saja, soalnya telepon maskapai tadi pagi enggak diangkat-angkat. Soalnya tadi pagi enggak ada itu penerbangan," ujarnya.
Ahmad akhirnya dapat terbang dari Bandara Halim Perdanakusumah dan tiba di Yogyakarta selepas maghrib.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
