Kumparan Logo

Setahun Pandemi, Pemerintah Baru Jujur Tak Sanggup Kalau Lockdown

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi memberi uang ke pengemis. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memberi uang ke pengemis. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Pemerintah akhirnya mengakui tak memiliki kemampuan untuk melakukan karantina wilayah secara penuh atau lockdown seperti yang dilakukan negara lain. Hal ini baru diakui setelah setahun pandemi COVID-19 berlangsung di Tanah Air.

Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Wilayah, salah satu kewajiban pemerintah jika karantina wilayah berlaku adalah memenuhi kebutuhan hidup dasar masyarakat, termasuk makanan bagi hewan-hewan ternak milik warga.

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Raden Pardede, mengatakan setiap negara memiliki langkah yang berbeda dalam penanganan pandemi. Menurutnya, lockdown bukan pilihan yang tepat untuk dijalankan di Indonesia.

“Kita tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pelaksanaan lockdown total untuk jangka waktu yang lama, itu bukan pilihan kita, kita tidak sanggup, jujur saja,” ujar Raden saat berbicara dalam webinar PARA Syndicate ‘Kebangkitan Ekonomi Pascapandemi’, Rabu (10/3).

Menurut Raden, pemerintah mengambil jalan tengah antara kesehatan dan penghidupan atau pemulihan ekonomi. Karena bagi masyarakat kelompok bawah, mereka tak akan bisa makan jika tidak bekerja atau keluar rumah.

Kementerian Sosial salurkan bantuan sosial (bansos) untuk lanjut usia (lansia) terdampak pandemi corona di 5 provinsi. Foto: Kemensos

Dia juga menuturkan, pemerintah akhirnya memilih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk penanganan COVID-19. Menurutnya, kebijakan ini secara perlahan ampuh mengurangi kasus COVID-19 di Indonesia.

“Kita libatkan juga Babinsa, tingkat RT/RW, kita ikutkan komunitas lebih kecil, dan disiplin dari mereka, terlihat hasil yang lebih baik,” jelasnya.

Raden juga menjelaskan, pandemi ini kemungkinan masih akan berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Untuk itu, masyarakat pun harus siap berhadapan dengan pandemi ini selama bertahun-tahun.

“Pandemi ini kemungkinan masih berlanjut, jadi belum tentu tahun ini meskipun kita vaksinasi, maka pandemi ini berhenti. Bertahun-tahun ini kita akan berhadapan dengan pandemi ini,” jelas dia.

Untuk itu, Raden juga meminta masyarakat untuk selalu disiplin protokol kesehatan. Tujuannya agar penularan virus corona ini bisa terhenti dengan waktu yang lebih cepat.

“Namun, kita belum puas dengan hasil yang dicapai, kita melakukan perbaikan dan penerapan 3T dengan 3 M masih terus dilakukan, prokes masih tetap kita lakukan dengan bantuan dari aparat keamanan," tambahnya.