kumparan
3 Desember 2019 12:31

Siasat Buwas Selamatkan Bulog dari Jerat Utang

Perum Bulog
Perum Bulog Foto: Abdul Latif/kumparan
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso sudah mulai ancang-ancang memperbaiki kinerja perusahaan. Buwas, sapaan akrab Budi Waseso mengatakan saat ini pihaknya sedang fokus dalam segi komersial.
ADVERTISEMENT
Sehingga ia mengharapkan agar ada penambahan ke Bulog dari segi komersialnya jadi sebanding dengan Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah. Cara ini dilakukan untuk mengurangi utang Bulog yang menumpuk hingga Rp 28 triliun.
“Bulog sekarang mulai memajukan atau melangkah pada bidang komersial. Karena ke depan harapannya kita 50:50 jadi CBP (Cadangan Beras Pemerintah) PSO 50 persen, komersial 50 persen. Hari ini baru mencapai 20 persen untuk komersialnya. Jadi 80 persen masih PSO,” kata Buwas di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Selasa (3/12).
Buwas merasa dengan semakin besar kesempatan di bidang komersial, maka peluang Bulog mendapat keuntungan semakin besar. Ia juga sudah menyiapkan langkah ke arah komersial dengan menggandeng e-commerce seperti Shopee dengan adanya panganandotcom. Menurutnya masyarakat banyak yang terbantu dengan adanya langkah itu.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso di kantornya, Jakarta Selatan
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (24/9). Foto: Abdul Latif/kumparan
“Saya kerja sama dengan ritel-ritel Indonesia menjual beras produk Bulog yang medium. Jadi beras medium Bulog nanti ada di ritel-ritel yang selama ini ritel hanya menjual beras premium. Kami juga kerja sama dengan Grabkios,” ujar Buwas.
ADVERTISEMENT
Buwas memastikan bakal terus meningkatkan layanan kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan yang ada. Sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam mendapatkan beras dari Bulog.
“Jadi masyarakat kalau butuh beras tidak lagi kesulitan, tidak perlu ke pasar, ke toko beras, dia langsung saja pesan ke e-commerce dan diantar ke rumah. Ini terobosan-terobosan yang sedang dan akan dilakukan Bulog,” tutur Buwas.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan