Kumparan Logo

Singapura Dilanda Badai PHK, 7 Industri Pangkas 19.800 Pekerjaan di Tahun Ini

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bus di Singapura. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bus di Singapura. Foto: Shutterstock

Singapura dilanda gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan data terbaru yang dirilis Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura, setidaknya tujuh industri di Negeri Singa terpukul hingga berdampak pada PHK sebanyak 19.800 orang selama sembilan bulan tahun 2025.

Mengutip vulcanpost, sektor yang paling terpukul adalah industri properti dan informasi & komunikasi dengan total PHK masing-masing 4.400 dan 4.100 orang.

Sedangkan lima sektor lainnya adalah professional services 4.100 orang, retail trade 3.800 orang, wholesale trade 1.900 orang, education 900 orang, dan food & beverage Services 600 orang.

Yang jadi sorotan, sebagian besar industri dengan pertumbuhan bersih (kecuali Keuangan dan Asuransi ) berada di skala gaji yang lebih rendah. Pekerja konstruksi dan pekerja migran domestik merupakan mayoritas karyawan baru tahun ini.

Sementara itu, sektor-sektor bernilai tinggi yang mempekerjakan penduduk lokal berkualifikasi seperti TI, layanan profesional, perdagangan, atau bahkan real estat mengalami penyusutan.

Adapun untuk sektor real estate sendiri terdampak oleh langkah pemerintah Singapura meredam inflasi harga rumah.

Walaupun MTI tidak memberikan perincian status kependudukan karyawan per industri, namun laporan tersebut dinilai cukup jelas di mana pekerjaan yang didominasi penduduk lokal dan ekspatriat tertekan. Sementara sebagian besar yang mempekerjakan buruh migran berbiaya rendah tumbuh.

Misalnya sektor Informasi & Komunikasi. Meskipun pemerintah mengumumkan ada kenaikan gaji dan kebutuhan tenaga kerja meningkat, namun dalam praktiknya terjadi pengurangan tenaga kerja signifikan, yakni lebih dari 4.000 orang tahun ini dan total 9.500 jika kita menyertakan tahun 2024.

Adapun sektor teknologi informasi dinilai masih positif. Sebab, para talentanya kini tidak harus bekerja di perusahaan teknologi, karena pengusaha di bisnis lain juga masih sangat membutuhkan staf TI yang berkualifikasi.

Wisatawan berkunjung ke Singapura. Foto: Shutterstock

Namun meski demikian, faktanya jumlah karyawan di sektor TI di Singapura telah menyusut hampir 10.000 orang selama dua tahun terakhir. Meskipun sebagian besar dari mereka telah menemukan pekerjaan di tempat lain.

Temuan lainnya menunjukkan perubahan permintaan untuk keterampilan teknologi tertentu, yang mungkin telah menyebabkan pengurangan di beberapa area fungsional dan kesenjangan yang dalam dan belum terisi di area lain (seperti AI atau apa pun yang berhubungan dengan data), yang menjelaskan kurangnya pelamar yang baik yang dilaporkan.

Untungnya, tidak semua orang punya alasan untuk khawatir—terutama mereka yang bekerja di bidang Keuangan dan Asuransi , yang terus menanjak tanpa henti, menambah 10.300 pekerja tahun ini, menutupi sebagian kerugian di sektor ekonomi lainnya.

Adapun jika dilihat secara total, MTI merilis tingkat pengangguran di Singapura dinilai masih tetap stabil dan rendah, yaitu 2 persen dari keseluruhan dan di bawah 3 persen untuk penduduk lokal.

Bahkan, dalam laporan yang sama disebutkan tingkat perekrutan pada kuartal III tahun 2025 masih cukup tinggi, dengan hampir 30.000 lapangan kerja baru. Sehingga totalnya mendekati 50.000 tahun ini (meskipun angka-angka tersebut sudah termasuk non-penduduk).

instagram embed