Bisnis
·
22 September 2020 13:15

Skenario COVID-19 Masih Akan Ada di 2021, Sri Mulyani Wanti-wanti soal Anggaran

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Skenario COVID-19 Masih Akan Ada di 2021, Sri Mulyani Wanti-wanti soal Anggaran (94943)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto: HO-Kementerian Keuangan/Antara
Pandemi virus corona COVID-19 diprediksi masih akan terjadi di Indonesia hingga 2021. Karena belum akan selesai dalam waktu dekat, Menteri Keuangan Sri Mulyani mewanti-wanti soal pengelolaan anggaran negara baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
Sri Mulyani meminta seluruh pejabat negara di kementerian dan lembaga, baik di pusat atau daerah, tetap akuntabel dalam menggunakan anggaran negara.
"Ini adalah semua langkah-langkah yang kita harap terus dilakukan, karena COVID-19 tidak akan selesai di 2020, tahun depan mungkin kita masih akan dihadapkan dengan kondisi COVID-19," ujar Sri Mulyani dalam Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2020 secara virtual, Selasa (22/9).
Dia pun mewanti-wanti kepada para pejabat negara untuk menggunakan anggaran secara baik. Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, responsibilitas dan akuntabilitas menjadi kunci untuk mengelola keuangan negara di tengah pandemi COVID-19.
Skenario COVID-19 Masih Akan Ada di 2021, Sri Mulyani Wanti-wanti soal Anggaran (94944)
Penyaluran bansos tunai untuk mengatasi dampak COVID-19, di Kantor Kelurahan Bojong, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu, (19/8). Foto: Kemensos RI
"Jadi jangan pernah berpikir ini kondisi sementara untuk beberapa bulan ini, namun kita harus berpikir pengelolaan ini kita jaga sampai 2021 atau sesudah itu, sehingga kita tetap akuntabel terhadap anggaran negara," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga meminta pejabat negara untuk memanfaatkan Barang Milik Negara (BMN) sebagai salah satu solusi dalam menghadapi pandemi. Sehingga BMN tak menjadi sia-sia dalam situasi saat ini.
Selain itu, dia juga meminta para pejabat negara mengubah pola pikir bahwa BMN tak hanya bisa dimanfaatkan oleh kementerian dan lembaga saja, namun juga untuk kepentingan masyarakat. Contoh BMN yang saat ini dimanfaatkan untuk kepentingan publik adalah Wisma Atlet.
"Semua kita manfaatkan untuk tangani COVID-19 dan manfaatkan BMN tersebut. Saat ini banyak BMN yang bisa dimanfaatkan optimal sebagai ruang isolasi atau bahkan fasilitas operasi dan perawatan," pungkasnya.