Kumparan Logo

SOE International Conference, Dirut BSI: Transformasi Digital Dorong Pertumbuhan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri BUMN 2 Kartika Wirjoatmodjo (kedua kanan) bersama Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Hery Gunardi, tengah memperhatikan penjelasan tentang transformasi layanan digital BSI pada ajang SOE International Conference di Nusa Dua, Bali, Senin (17/10). Foto: Dok. BSI
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri BUMN 2 Kartika Wirjoatmodjo (kedua kanan) bersama Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Hery Gunardi, tengah memperhatikan penjelasan tentang transformasi layanan digital BSI pada ajang SOE International Conference di Nusa Dua, Bali, Senin (17/10). Foto: Dok. BSI

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara konsisten, berkesinambungan, dan bertahap melakukan transformasi, khususnya digitalisasi layanan perbankan syariah, untuk merealisasikan visi dan misi perseroan yang dicanangkan sejak berdiri pada Februari 2021.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar BSI mampu memaksimalkan penggunaan teknologi digital demi menjangkau masyarakat lebih luas, terutama yang belum terlayani perbankan.

Selain itu, BSI juga memiliki visi menjadi Top 10 Global Islamic Bank. Aspirasi tersebut akan dicapai melalui tiga misi utama. Pertama, memberikan akses solusi keuangan syariah di Indonesia dengan melayani lebih dari 20 juta nasabah dan menjadi top 5 bank berdasarkan aset lebih dari Rp500 triliun pada 2025.

Kedua, menjadi bank besar yang memberikan nilai terbaik bagi pemegang saham dan menjadi top 5 bank yang paling profitable di Indonesia dengan ROE 18 persen serta valuasi kuat. Ketiga, menjadi perusahaan pilihan dan kebanggaan para talenta terbaik Indonesia melalui nilai yang kuat dan memberdayakan masyarakat serta berkomitmen pada pengembangan karyawan dengan budaya berbasis kinerja.

Di State-Owned Enterprises (SOE) International Conference 2022: Driving Sustainable & Inclusive Growth, yang dilaksanakan pada 17-18 Oktober 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengatakan bahwa transformasi digital menjadi hal yang sangat penting.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan secara konsisten dan terarah akan mendorong percepatan pertumbuhan untuk merealisasikan aspirasi perseroan.

“Digitalisasi melalui proses online banking menjadi hal tak terhindarkan. Saat ini transaksi dari electronic channel mencapai 85 persen di industri jasa keuangan. Transformasi digital membuat BSI mampu berkinerja impresif. Selain itu, memberikan nilai tambah bagi stakeholder BSI yang inklusif,” ujarnya di sela-sela acara juga bagian dari agenda resmi Road to G20 Summit dari Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) Presidency G20 Indonesia.

Wakil Menteri BUMN 2 Kartika Wirjoatmodjo (kedua kanan) bersama Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Hery Gunardi, tengah memperhatikan penjelasan tentang transformasi layanan digital BSI pada ajang SOE International Conference di Nusa Dua, Bali, Senin (17/10). Foto: Dok. BSI

Di antara transformasi digital yang sedang ditempuh, salah satu yang dilakukan perseroan adalah merealisasikan mobile banking BSI menjadi sebuah super app. Inovasi yang dilakukan tersebut menjadikan layanan BSI Mobile bukan hanya sebagai alat transaksi keuangan. Lebih canggih dari itu, fungsinya pun akan semakin lengkap.

Selain itu ada fitur pembukaan rekening dengan biometric face recognition. Fitur ini memungkinkan nasabah agar tidak perlu datang ke bank ketika membuat rekening tabungan. Adapun layanan sebelumnya yang bisa dilakukan melalui mobile banking, di antaranya Pay Later, fitur gadai dan cicilan emas, transfer, pembayaran, hingga QRIS.

Ekosistem layanan keuangannya pun tidak kalah lengkap karena mobile banking BSI terhubung dengan e-commerce maupun fintech. Layanan digital BSI pun mencakup aspek sosial melalui fitur pembayaran zakat dan sedekah. BSI Mobile Banking telah menyediakan layanan Islami seperti arah kiblat, ayat Alquran pendek, dan letak masjid terdekat.

Transformasi digital ini akhirnya ikut mendorong kinerja perseroan. Pada semester I/2022, BSI membukukan laba bersih Rp2,13 triliun atau tumbuh 41 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dari segi aset, BSI berada di peringkat 7, yaitu sebesar Rp 270 triliun dari sekitar 107 bank di Tanah Air.

Sementara itu untuk jumlah nasabah, BSI berada di posisi 5 dan 6 nasional dengan nasabah mencapai 20 juta orang. Saat ini kapitalisasi pasar perseroan sudah mencapai US$3,69 miliar atau setara Rp54,4 triliun.

“Transformasi memperkuat peran BSI dalam memajukan ekonomi nasional dan menjadi motor kemajuan industri keuangan syariah Indonesia. Sehingga BSI semakin siap menjadi Energi Baru Untuk Indonesia. Melalui peran BSI, ke depan perbankan syariah dan ekonomi Islam akan menjadi prioritas dan semakin kompetitif, bukan saja sebagai alternatif bagi masyarakat,” kata Hery.

Transformasi digital yang ditempuh BSI juga merupakan dorongan dari Kementerian BUMN. Di acara yang sama, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan melalui transformasi digital, layanan dari perusahaan negara akan lebih efisien dengan memberikan nilai lebih serta jangkauan lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, transformasi digital yang ditempuh juga harus diiringi pula dengan penciptaan dan penguatan ekosistem digital yang mudah diadopsi masyarakat. Contohnya, di industri keuangan salah satu wujud transformasi digital adalah kehadiran super apps yang berperan pula sebagai pusat ekosistem BUMN.

"Melalui ekosistem digital yang simpel dan mudah diterima masyarakat bisa beralih dari offline ke online dengan mudah. Masyarakat akan mendapat efisiensi dan transaksi akan lebih cepat,” kata pria yang akrab disapa Tiko tersebut.

Transformasi digital yang ditempuh secara serius, menurutnya akan membuat ekosistem ekonomi bergerak lebih cepat dan lincah. Contohnya di industri perbankan, transaksi semakin masif karena digitalisasi, sehingga mendorong pertumbuhan yang eksponensial baik dari sisi nasabah maupun transaksi.

Dia pun memastikan, salah satu fokus transformasi digital adalah memperluas jangkauan layanan publik hingga pelosok negeri. Dalam hal ini, edukasi atau literasi menjadi penting, khususnya dalam layanan jasa keuangan.

"Bagaimana mengadopsi digital, menggunakan aplikasi untuk transaksi. Ini yang meningkatkan ekonomi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) meskipun di masa pandemi. Namun, menariknya, setelah COVID-19 pun masyarakat di rural area, mereka juga menggunakan online to offline transaksi,” ucapnya.

Transformasi Komprehensif BSI

Wakil Menteri BUMN 2 Kartika Wirjoatmodjo bersama Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Hery Gunardi, tengah memperhatikan penjelasan tentang transformasi layanan digital BSI pada ajang SOE International Conference di Nusa Dua, Bali, Senin (17/10). Foto: Dok. BSI

Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan pihaknya menempuh transformasi secara komprehensif sejak 2019 dan saat ini telah mencapai 80 persen. Hasilnya pun menurutnya sangat bagus dan signifikan karena pada 2021 kinerja seluruh BUMN membukukan pertumbuhan pendapatan 18,8 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp 2.295 triliun.

Laba konsolidasi pun meningkat 838 persen dari Rp13 triliun pada 2020 menjadi Rp 124,7 triliun pada 2021. Total aset menjadi Rp 8.978 triliun pada akhir 2021 yang setara 53 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk melanjutkan transformasi ini (menjadi 100 persen) agar BUMN memberikan kontribusi yang lebih baik bagi Indonesia dan menjadi pemain global. Acara ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah Indonesia untuk menginformasikan kepada masyarakat internasional tentang transformasi BUMN dan menjelaskan pentingnya BUMN kepada masyarakat Indonesia,” pungkasnya.