Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Solo Jadi Kota Tujuan Penyelundupan Daging Celeng
23 Juli 2018 20:08 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:07 WIB

ADVERTISEMENT
Penyelundupan daging celeng asal Sumatera menuju Jawa kembali ditemukan setelah sudah 2 tahun terakhir tidak terjadi. Jumlahnya pun tergolong besar, mencapai 4.637 kilogram. Para penyelundup ini menggunakan modus baru dalam memasok daging celeng ilegal ke daerah Solo, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
“Biasanya diselundupkan sebagai barang bawaan di bus, kali ini dalam jumlah besar 4 ton 637 kilo dibawa dengan mobil boks, dikamuflase dengan ditutup buah serta daun pisang,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP), Banun Harpini, saat ditemui di Kantor Badan Karantina Pertanian II Cilegon, Senin (23/7).
Dalam kesempatan tersebut, Banun juga mengatakan daging celeng ilegal yang selama ini disita oleh BKP banyak ditemukan asal Sumatera menuju Solo, Jawa Tengah. Dia menuturkan, hampir setiap tahun saat terjadi penyelundupan pasti ditemukan daging celeng ilegal tujuan Solo, Jawa Tengah.
“Itu paling banyak demand dari Solo. Mereka banyak sekali mengonsumsi daging. Saat kami selidiki, kebanyakan daging celeng ilegal ini diolah menjadi bakso dan sosis di sana,” katanya lagi.
ADVERTISEMENT
Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian telah beberapa kali menggagalkan upaya penyelundupan daging babi hutan atau celeng. Modus yang dilakukan oleh para pelaku agar bisa lolos dari pengawasan petugas juga cukup canggih.
Kasus terakhir yang ditangani Barantan adalah upaya penyelundupan 4,6 ton daging celeng asal Palembang, Sumatera Selatan di Cilegon, Banten. Daging celeng ilegal tersebut rencananya akan dikirimkan ke daerah Jawa Tengah.
Banun mengatakan di tahun 2014 sampai 2016 pihaknya berhasil menggagalkan lebih dari 50 ribu ton daging celeng ilegal dengan berbagai modus. Menurut dia, penyebab tingginya angka penyeludupan daging celeng karena harga daging sapi di pasaran masih mahal. Biasanya daging celeng dioplos dengan daging sapi.