Kumparan Logo

Spanyol Batalkan Pembelian Gas Rp 268,5 Triliun dari Israel

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal tengker LNG (Foto: REUTERS/Issei Kato)
zoom-in-whitePerbesar
Kapal tengker LNG (Foto: REUTERS/Issei Kato)

Perusahaan migas asal Israel Delek Drilling, batal mendapat kontrak pengadaan gas alam cair (LNG) senilai USD 19,5 miliar, untuk perusahaan gas Spanyol Union Fenosa Gas (UFG). Kontrak yang nilainya setara Rp 268,5 triliun jika dikonversi dengan kurs saat ini, dilaporkan beralih ke Mesir.

Mengutip keterbukaan informasi perusahaan di bursa Tel Aviv, Middle East Eye melaporkan perjanjian kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Mei 2014 itu, awalnya berlaku selama 15 tahun.

Dalam MoU awalnya disebutkan, gas dari ladang Tamar yang dikelola Delek Drilling, akan dicairkan di pabrik Segas di Damietta, Mesir. Segas sendiri merupakan perusahaan patungan antara UFG, Eni (Perusahaan migas Italia), dan dua perusahaan milik negara Mesir. Setelah diubah jadi cair (Liquifying) barulah akan dikirim ke UFG yang berbasis di Madrid.

Pembatalan, kata analis, karena UFG mengalihkan kontrak ke Mesir. Negara ini sudah mulai memproduksi gas dari ladang raksasa Zohr, sejak Desember lalu. Ladang gas ini ditemukan dan dikelola oleh Eni.

Berita tentang pembatalan itu datang hanya beberapa minggu, setelah pengumuman bahwa Delek Drilling Israel dan Noble Energy yang bermarkas di Texas, menyepakati untuk memasok gas alam senilai USD 15 miliar dari ladang gas Tamar dan Leviathan, kepada perusahaan swasta Mesir Dolphinus.

Mesir selama beberapa tahun pernah menjadi net-exporter gas dunia. Namun akibat kisruh politik dalam negerinya, Mesir sempat menjadi pengimpor gas. Baru-baru ini, Mesir telah mengeluarkan sinyal bahwa mereka berencana untuk menjadi eksportir lagi di tahun-tahun mendatang.