Kumparan Logo

Sri Mulyani Kenalkan UMi: Ibu-ibu Cari Pinjaman Tak Perlu ke Bank

kumparanBISNISverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat melakukan kunjungan Sinergi Program Pemerintah untuk Kesejahteraan Rakyat di Desa Sindangsari, Kabupaten Serang, Banten. Foto: Elsa Toruan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat melakukan kunjungan Sinergi Program Pemerintah untuk Kesejahteraan Rakyat di Desa Sindangsari, Kabupaten Serang, Banten. Foto: Elsa Toruan/kumparan

Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkenalkan program pinjaman Ultra Mikro (UMi) kepada para Ibu yang ada di Desa Sindangsari, Banten. Dia mengatakan, dengan UMi Ibu-ibu yang memiliki usaha mikro di desa tidak perlu lagi meminjam uang ke bank.

“Ibu-ibu ini mereka kan lakukan usaha kecil-kecilan. Kalau pinjam itu ada yang Rp 3 juta ada yang Rp 7 juta. Untuk jualan makanan, kerajinan. Itu semua bisa dipinjam tanpa perlu ke bank,” katanya saat ditemui di Desa Sindangsari, Banten, Jumat (15/3).

Sri Mulyani menjelaskan, pinjaman UMi ini bisa diperoleh lewat beberapa layanan, seperti koperasi, Pegadaian, hingga Permodalan Nasional Madani (PNM). Diharapkan lewat masuknya program UMi ke berbagai desa khususnya di Banten ini bisa menggerakkan perekonomian nasyarakat.

Hingga tahun lalu, jumlah dana UMi yang telah disalurkan ada sebanyak Rp 15,8 miliar di Desa Sindangsari. Sementara total penyaluran UMi secara nasional ada sekitar Rp 2 triliun.

Suku bunga yang diberikan pun disebut tergolong rendah. Dari Kementerian Keuangan ke lembaga penyalur seperti Pegadaian, ditetapkan bunga sebesar 2-4 persen. Sementara, dari lembaga penyakur ke masyarakat nantinya diberikan bunga sekitar 6 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) saat melakukan kunjungan Sinergi Program Pemerintah untuk Kesejahteraan Rakyat di Desa Sindangsari, Kabupaten Serang, Banten. Foto: Elsa Toruan/kumparan

“Secara keseluruhan ini sudah disalurkan kepada sekitar 846 ribu para penerima UMi secara nasional. Sejak tahun 2017, total anggaran yang kami sediakan sekitar Rp 7 triliun dan ini terus bergulir,” tambahnya.

Adapun pembiayaan Ultra Mikro (UMi) ini merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp 10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Pemerintah menunjuk Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai coordinated fund pembiayaan UMi. Pembiayaan UMi disalurkan melalui LKBB. Saat ini lembaga yang menyalurkan pembiayaan UMi antara lain, PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura, serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Sumber pendanaan berasal dari APBN, kontribusi pemerintah daerah dan lembaga-lembaga keuangan, baik domestik maupun global.