Kumparan Logo

Sri Mulyani Siapkan Skenario Berat, Ekonomi Kuartal III Hanya Tumbuh 4,6 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertumbuhan Ekonomi Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pertumbuhan Ekonomi Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2021 akan sangat bergantung pada perkembangan kasus COVID-19 yang saat ini dalam tren peningkatan. Ada dua skenario yang disiapkan pemerintah.

Pertama, apabila kasus COVID-19 terus naik hingga ke angka 40.000 per hari maka pemerintah menyiapkan skenario berat. Dalam skenario berat ini mobilitas masyarakat akan ditekan antara 30-50 persen dalam jangka waktu yang cukup lama. Dua hal ini menurut Sri Mulyani akan sangat berdampak pada ekonomi.

"Ada dua, yaitu seberapa ketat artinya mobilitas turun seberapa dalam apakah 30 persen atau 50 persen. Dan juga seberapa lama, apakah 2 minggu, 1 bulan atau bahkan 2 bulan. Ini akan mempengaruhi kuartal III kita,” ujar Sri Mulyani dalam Bisnis Indonesia Mid Year Economic Outlook, Rabu (7/7).

Menurut Sri Mulyani, jika kondisinya buruk maka pemerintah terpaksa mengambil skenario berat dengan menekan mobilitas masyarakat hingga 50 persen. Pembatasan mobilitas ini kemungkinan akan dilakukan hingga Agustus sehingga normalisasi baru akan terjadi di minggu ke 3 bulan Agustus.

kumparan post embed

Apabila hal itu terjadi, maka pertumbuhan ekonomi di kuartal III bisa turun di kisaran 4-4,6 persen. "Skenario berat harus lakukan penurunan mobilitas 50 persen dan lamanya bisa sampai Agustus dan normalisasi baru terjadi kita bisa turun pertumbuhan ekonomi sekitar 4-4,6 persen di kuartal III,” ujarnya.

Namun apabila kondisi membaik, maka pemerintah akan mengambil skenario moderat. Harapannya, kasus COVID-19 bisa terkendali di akhir Juli 2021 sehingga normalisasi mulai terbentuk di minggu pertama bulan Agustus. Dengan skenario moderat ini, Sri Mulyani memproyeksikan ekonomi kuartal III masih akan tumbuh di kisaran 5 persen.

"Kalau penyebaran COVID bisa terkendali sampai akhir Juli dan Agustus mulai normal kembali, kami berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal III bisa bertahan di atas 5 persen dan menguat lagi di kuartal IV," ujarnya.

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati. Foto: REUTERS/Darren Whiteside

Adapun untuk kuartal II, Sri Mulyani tetap optimistis ekonomi akan tumbuh di kisaran 7 persen. Sebab kenaikan kasus COVID -19 akibat varian Delta baru terjadi di minggu ke 3 dan 4 bulan Juni atau di akhir kuartal II.

Sri Mulyani optimistis bahwa peningkatan kasus COVID-19 di minggu ke 3 dan 4 tidak akan terlalu berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi di kuartal II secara keseluruhan.

"Kuartal II kami optimistis pertumbuhan ekonomi bisa di atas 7 persen dan kita berharap pada minggu ke 3 dan ke 4 Juni tidak mempengaruhi sehingga masih bertahan di atas 7 persen," katanya.

Sedangkan untuk keseluruhan tahun ini, Sri Mulyani memproyeksikan ekonomi Indonesia masih tumbuh di kisaran 3,7 persen hingga 4,5 persen. "Maka over all growth 2021 ada di 3,7-4,5 persen, sebab pada kuartal I kita tumbuh minus 0,7 persen," ujarnya.

kumparan post embed