Sri Mulyani Tagih Tunggakan Pengemplang Dana BLBI Sampai ke Anak Cucu
·waktu baca 2 menit

Pemerintah mulai turun tangan melakukan penguasaan aset milik para obligor dan debitur BLBI. Sebelumnya para obligor dan debitur BLBI sudah dipanggil untuk diminta melunasi utangnya, namun banyak yang mangkir.
Menteri Keuangan Sri Mulyani minta agar Satgas BLBI menghubungi semua pihak yang memiliki tunggakan dana BLBI. Bahkan Sri Mulyani minta penagihan dilakukan hingga ke anak cucu.
"Saya minta tim untuk hubungi semua obligor ini, termasuk para keturunannya. Karenanya barang kali ada mereka yang usahanya diteruskan para keturunannya," ujar Sri Mulyani dalam Seremoni Penguasaan Fisik Aset Negara Eks BLBI, Jumat (27/8).
Dia menyebut ini sebagai langkah untuk mendapatkan kembali hak negara. Pasalnya banyak yang tak memenuhi panggilan terkait pelunasan utang.
"Jadi kita akan bernegosiasi dan berhubungan dengan mereka untuk mendapatkan hak negara," tuturnya.
Misalnya Tommy Soeharto yang tak hadir dalam pemanggilan kemarin, Kamis (26/8) di Kementerian Keuangan. Tommy hanya mengirim kuasa hukum sebagai utusannya untuk memenuhi panggilan.
"Saya harap obligor dan debitur tolong penuhi semua panggilan dan mari kita segera selesaikan obligasi atau kewajiban Anda semua yang sudah 22 tahun merupakan kewajiban yang belum diselesaikan," tegasnya.
Adapun salah satu aset yang sudah dikuasai yakni tanah milik PT Lippo Karawaci dan eks Bank Lippo Group. Aset yang diserahkan yakni 44 bidang tanah seluas 251.992 meter persegi yang berlokasi di Perumahan Lippo Karawaci,Kelapa Dua, Tangerang.
