Standard Chartered Targetkan Dana Funding USD 300 M, Dukung Ekonomi Hijau
·waktu baca 1 menit

Standard Chartered Bank menargetkan mobilisasi dana alias funding terkumpul USD 300 miliar pada 2030. Hal itu dilakukan guna mendukung langkah ASEAN dalam mengurangi emisi.
Vice Chairman, ASEAN & President Commissioner, Indonesia Standard Chartered Bank, Rino Donosepoetro mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk mencapai emisi karbon nol bersih dari sisi operasional pada 2025. Kemudian dari sisi pendanaannya pada tahun 2050.
"Kami adalah bagian dari Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ), sebuah program ambisius untuk menghasilkan komitmen, keterlibatan, investasi, serta penyelarasan yang diperlukan untuk mendorong transisi menuju net zero," kata Rino di Hotel Mulia, dikutip Kamis (7/9).
Di sisi lain, Standard Chartered juga memimpin Net Zero Banking Alliance, yang merupakan fungsi perbankan dari GFANZ.
Rino bilang, di kawasan ASEAN, Standard Chartered telah membantu para kliennya melaksanakan jaminan bank ramah lingkungan, fasilitas pembiayaan perdagangan ramah lingkungan, dan mendukung penerbitan obligasi keberlanjutan pemerintah.
Berikut rangkuman pembiayaan Standard Chartered di ASEAN:
Indonesia: Cirata Floating Photovoltaic Power Plant
Vietnam: Phu Yen Solar Power Plant Project
Singapore: Climate Impact X (CIX)
Singapore: Vista Shipping (Hafnia & CSSC Shipping Hong Kong JV)
Australia: Melbourne’s Frankston Hospital
Indonesia: Mitra Bisnis Keluarga Ventura (MBK)
Malaysia: Etika Group of Companies (Etika)
