Kumparan Logo

Startup Mekari Percepat Digitalisasi dan Pemulihan UMKM di Indonesia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Belanja Online. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Belanja Online. Foto: Shutterstock

Startup pengembang software-as-a-service (SaaS) untuk bisnis, Mekari, mendorong pemulihan UMKM melalui digitalisasi. Adapun transformasi digital UMKM dinilai mampu memulihkan ekonomi domestik yang tertekan akibat pandemi COVID-19.

CEO Mekari, Suwandi Soh, mengatakan bahwa pihaknya akan menyelenggarakan konferensi untuk mempercepat digitalisasi pada UMKM pada 11 Agustus 2022 mendatang di Jakarta. Acara ini diharapkan akan menghimpun ribuan pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk berdiskusi mengenai tren dan strategi adopsi teknologi untuk meningkatkan resiliensi bisnis.

"Kami percaya periode ini adalah saat yang tepat bagi UMKM maupun perusahaan besar untuk memperdalam adopsi teknologi. Selama pandemi, teknologi telah terbukti menjadi growth enabler dengan memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk terus-menerus mengakses pasar," ujar Suwandi dalam keterangannya, Selasa (2/8).

Dia melanjutkan, penyelenggaraan konferensi tersebut bertepatan dengan kebangkitan dunia usaha di tengah meredanya pandemi. Pemerintah sendiri menekankan bahwa kunci dari pemulihan ekonomi terletak pada transformasi digital, terutama oleh UMKM.

Mekari Conference akan menampilkan pemimpin bisnis, pelaku usaha, profesional di industri, perwakilan pemerintah, dan pemerhati pasar yang akan membagikan pengetahuan teknologi dan ide inovatif dari dua panggung, yaitu Main Stage Digital Champion. Tiket Mekari Conference 2022 disediakan di harga Rp 385.000 dan Rp 550.000 dan dapat dibeli lewat Loket.com.

Main Stage akan diisi oleh sesi seputar transformasi bisnis, inovasi teknologi, dan ketaatan regulasi terkait ekosistem digital di Indonesia. Sementara itu, panggung Digital Champion akan berisi pemaparan tentang bagaimana perusahaan-perusahaan bisa beradaptasi di era teknologi digital agar bisa mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi.

"Ke depannya, teknologi akan membantu perusahaan mengambil manfaat dari ekosistem digital, yang mencakup solusi fintech sebagai sumber permodalan, untuk memperkuat resiliensi mereka dalam menghadapi tantangan-tantangan baru, khususnya yang diakibatkan gejolak global," tambahnya.