Kumparan Logo

Suahasil Genjot Penerimaan Negara Jelang Akhir Tahun, Masih Kurang Rp 600 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung berjalan usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung berjalan usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan pemerintah masih harus mengumpulkan penerimaan negara lebih dari Rp 600 triliun pada November-Desember 2026.

Target tersebut menjadi pekerjaan pemerintah dalam dua bulan terakhir menjelang penutupan tahun anggaran.

Suahasil telah melaporkan perkembangan APBN hingga akhir Oktober kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Menurut dia, secara umum pendapatan dan belanja negara masih berjalan sesuai rencana.

“Saya juga tadi sempat melaporkan APBN untuk tutup bulan Oktober, semuanya on track untuk pendapatan dan belanja, dan kira-kira untuk pendapatan negara kami harus mengumpulkan lagi November-Desember ini sekitar Rp 600 triliun lebih,” kata Suahasil di Istana Negara, Selasa (3/11).

Di sisi belanja, Suahasil menyebut pemerintah masih akan merealisasikan sekitar Rp 990 triliun hingga akhir tahun. “Dan untuk belanja negara masih sekitar Rp 990 triliun akan dibelanjakan,” imbuhnya.

Dia mengatakan, Presiden memberikan arahan agar kementerian dan lembaga (K/L) tetap menjaga efisiensi dalam menggunakan anggaran, meskipun realisasi belanja biasanya meningkat menjelang akhir tahun.

“Dua bulan terakhir seperti biasa namanya operasi APBN itu kalau di akhir tahun biasanya itu ngegas, lebih cepat, lebih besar, itu silakan tapi harus tetap efisien, harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang di yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut,” ujarnya.

Suahasil menegaskan, pemerintah akan terus mengupayakan penerimaan negara, sementara belanja tetap diefisienkan. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga mengimbau seluruh kementerian dan lembaga meningkatkan efisiensi pada penghujung tahun anggaran.

“Pendapatannya tetap kita cari, pendapatan negara, tapi belanjanya terus kita efisiensikan,” tutur Suahasil.

Kemudian untuk rincian perkembangan pendapatan dan belanja negara hingga akhir Oktober, Suahasil mengatakan pemerintah akan menyampaikannya dalam paparan APBNKiTa pada pekan depan.