Kumparan Logo

Sudah Ada Listrik, Pabrik Feronikel Haltim Dipastikan Beroperasi Akhir Tahun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengolahan nikel jadi feronikel Antam di Kendari. Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengolahan nikel jadi feronikel Antam di Kendari. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Holding BUMN Pertambangan atau MIND ID akan melanjutkan sejumlah pembangunan proyek atau pabrik milik subholding di tahun ini. Salah satunya adalah pabrik Feronikel Halmahera Timur (Haltim).

Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso, menjelaskan pembangunan pabrik milik anak usaha PT Antam Tbk yaitu PT Feni Haltim ditargetkan rampung di kuartal IV 2022, setelah akhirnya mendapatkan pasokan listrik dari PT PLN (Persero).

"PT Feni Haltim kabar baik, supply listrik Insya Allah akan tersedia tahun ini oleh PLN dan bisa operasi untuk produksi di kuartal IV, mungkin menuju akhir kuartal IV tahun ini," ujar Hendi saat rapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (16/2).

Hendi pun mengatakan, untuk operasional pabrik Feronikel Haltim dengan kapasitas penuh akan dilakukan mulai tahun depan.

Menurut catatan kumparan, pabrik Feronikel Haltim dibangun oleh Konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan Kawasaki Heavy Industries, Ltd dengan nilai investasi mencapai Rp 3,42 triliun. Konsorsium tersebut menang tender pada 2016.

Sebelumnya, permasalahan belum terpasangnya listrik di kawasan proyek tersebut menjadikan proyek ini mangkrak. Semula, pabrik pemurnian ini ditargetkan beroperasi pada 2019, namun PT Bima Golden Powerindo (BGP) yang memenangkan tender pengadaan listrik tidak bisa memenuhi kewajibannya. Karena itu, PLN diminta masuk untuk menyediakan listrik di sana.

Mangkirnya PT BGP dari kewajibannya itu pernah disampaikan mantan Direktur Utama Antam Dana Amin. Kala itu, Dana menyebut konsorsium yang dibentuk PT BGP dalam tender ini mengalami masalah keuangan, sehingga tidak bisa menyelesaikan kewajibannya menyediakan listrik di smelter.

Padahal, berdasarkan kontrak nomor 455/924/DAT/2018 tanggal 3 Mei 2018, KSO PT BGP mendapatkan nilai kontrak sebesar Rp 634.297.524.000,00 untuk menyediakan listrik dalam jangka waktu selama 5 tahun sejak tanggal 1 Oktober 2018 sampai dengan 30 September 2023.

Sementara itu, pembangunan pabrik terus berjalan. Adapun kapasitas produksi pabrik ini tercatat sebesar 13.500 ton nikel dalam feronikel (TNi) dan diharapkan bisa menambah portofolio Antam karena bisa menambah kapasitas produksi tahunan menjadi total 40.500 ton nikel.