Sudah Sebulan Gula Pasir Langka di Jakarta

Sudah sebulan ini salah satu gerai ritel Indomaret di Jalan Haji Agus Salim, Sabang, Jakarta Pusat tidak lagi menjual gula. Pasokan terhenti sehingga tak ada gula yang dijual.
Sebagian Indomaret lainnya dan Alfamart di lokasi yang tak jauh, juga bernasib sama. Mereka sudah tidak menjual gula sejak dua minggu terakhir.
“Sudah satu bulanan enggak ada gula,” kata salah seorang pegawai Indomaret kepada kumparan saat ditemui di lokasi, Jakarta, Rabu (4/3).
kumparan mengunjungi tiga gerai ritel modern di kawasan Sabang sekitar pukul 14.30 WIB. Seluruh gerai Indomaret dan Alfamart yang berjejer tidak satu pun yang memiliki pasokan gula.
Meski stok gula habis, ada aturan baru di gerai. Ke depan, pembelian gula akan dibatasi, yakni 1 orang pembeli hanya bisa membeli maksimal 1 kilogram (kg).
Sementara itu, salah satu minimarket Senang Hati yang terletak tidak jauh dari Alfamart dan Indomaret masih menyediakan gula. Namun, berdasarkan pantauan kumparan hanya tersisa puluhan kemasan saja.
“Itu tinggal merek Rose Brand aja. Gulaku enggak ada. Bagi-bagi lah jangan diborong semua. Langganan saya banyak,” kata salah satu penjaga toko kepada kumparan.
Pegawai minimarket Senang Hati mengakui adanya kelangkaan gula. Saat ini, gula dijual Rp 16.000 per kilogram (kg), naik Rp 2.000 per kg. “Iya naik,” cetusnya.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor gula rafinasi (konsumsi) 3 juta ton untuk memasok kebutuhan dalam negeri. Namun sepertinya masyarakat masih kesulitan mencari gula di gerai-gerai ritel modern.
“Rafinasi sudah keluar, sudah keluar semua (izin impornya). Setahun itu kurang lebih 3 juta ton. Tahun ini sudah keluar sampai 6 bulan ke depan separuhnya,” kata Agus saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2).
