Survei Bank DBS: Pandemi Mempercepat Digitalisasi di Indonesia

Bank DBS baru saja merilis outlook terbaru bertajuk DBS 4Q20 CIO Insights yang berjudul “On the Mend”. Dalam outlook tersebut Bank DBS menyebutkan bahwa tren pemulihan ekonomi di Indonesia menunjukkan perbaikan pada kuartal III 2020.
Regional Equity Strategist DBS Bank Group Research Joanne Goh mengatakan pemulihan di Indonesia berlanjut pada kuartal III, didorong oleh stimulus fiskal, pembukaan ekonomi secara bertahap, serta melemahnya dolar terhadap rupiah.
“Kami memperkirakan pasar ekuitas Indonesia akan terus pulih sebagai hasil dari upaya pemerintah untuk mengembalikan perekonomian normal dengan stimulus fiskal dan moneter yang kuat,” ungkap Goh dalam Webinar DBS 4Q20 CIO Insight “On the Mend”, Kamis (1/10).
Menurut Goh, sebagai pasar konsumen terbesar di ASEAN, pihaknya berharap perekonomian Indonesia bisa relatif tangguh. Meskipun konsumsi dan investasi menyusut, Goh menyatakan ada beberapa perubahan dalam pola konsumsi masyarakat yang dapat dilihat sebagai tren dan peluang investasi baru khususnya nanti pasca COVID-19.
Goh menyatakan berdasarkan survei yang dilakukan DBS, ada beberapa temuan menarik soal perubahan perilaku konsumen di Indonesia. Pertama, kini masyarakat Indonesia lebih menaruh perhatian tentang kesehatan dan kebersihan.
Kedua, selama pandemi tingkat konsumsi rumahan justru melonjak menjadi 69 persen. Lebih tinggi dibanding tingkat konsumsi sebelum COVID-19 yang tercatat 42 persen. Ketiga, rumah telah menjadi tempat hiburan baru bagi masyarakat karena semakin banyak orang yang menikmati waktu dan ruang pribadi mereka di rumah.
Keempat, penetrasi e-commerce di Indonesia menjadi lebih cepat karena adanya pergeseran perilaku masyarakat dari yang awalnya belanja ke toko fisik menjadi belanja online. Apalagi saat ini e-commerce juga menyediakan akses layanan yang mudah bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun di sisi lain, kondisi ini tidak pelak membuat pasar tradisional kehilangan pangsa pasar karena terbatasnya akses selama PSBB dan kesadaran yang lebih tinggi akan keamanan dan kebersihan.
“Temuan ini memperkuat keyakinan kami bahwa digitalisasi di Indonesia bakal dipercepat pasca-COVID,” ujar Goh.
Menurutnya momentum ini dapat menguntungkan bagi banyak sektor, seperti bank, telco, dan platform e-commerce yang menjadi pendorong dalam prosesnya.
“Perusahaan yang dapat beradaptasi melalui diversifikasi saluran penjualan, menjalankan penjualan online atau B2C yang didukung dengan memanfaatkan platform pihak ketiga, serta meningkatkan platform online mereka sendiri, kemungkinan besar akan menjadi pemenang pasca-COVID,” tandasnya.
