Susul Rosan & Budiman Sudjatmiko, Komisaris BSI Mundur karena Masuk TKN Prabowo

Muhammad Arief Rosyid Hasan memilih mundur dari jabatannya sebagai Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) setelah masuk menjadi Tim Kampanye Nasional atau TKN Prabowo-Gibran. Di tim pemenangan tersebut, Arief ditunjuk sebagai Komandan Pemilih Muda.
Langkah yang dilakukan Arief tersebut juga sudah diambil oleh Rosan Roeslani yang memilih mundur sebagai Wamen BUMN dan Wakil Komisaris Utama PT Pertamina usai ditunjuk sebagai Ketua TKN Prabowo-Gibran. Selain itu, ada juga Budiman Sudjatmiko yang mundur sebagai Komisaris PTPN V setelah ditunjuk menjadi dewan pakar TKN Prabowo-Gibran.
“Saya telah meminta izin kepada Komisaris Utama BSI, Bapak Muliaman Haddad dan Menteri BUMN Bapak Erick Thohir. Dalam komunikasi yang terjalin, saya menyampaikan pengunduran diri ini sebagai komitmen saya untuk menjaga marwah BSI sebagai salah satu lembaga perbankan milik BUMN yang diandalkan bangsa Indonesia dan umat Islam,” ungkap Arief saat dihubungi, Senin (6/11).
Arief juga berterima kasih kepada jajaran komisaris dan direksi BSI atas sinergi yang dijalin selama hampir tiga tahun belakangan ini.
“Saya bangga dapat berkontribusi melalui lembaga yang krusial untuk pembangunan ekonomi syariah di Indonesia. Lembaga yang didapuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk membawa bangsa kita diperhitungkan dalam level global pada bidang keuangan syariah,” ujar Arief.
Pada Pilpres 2019, Arief tercatat sebagai Wakil Direktur TKN Milenial Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia aktif sebagai tokoh aktivis, dari gerakan milenial di berbagai segmen, masjidd, pesantren, hingga ekonomi dan keuangan syariah.
“Suara pemuda adalah suara mayoritas dalam Pilpres 2024 mendatang. Yang terpenting adalah bagaimana kita generasi muda, benar-benar hadir menjadi representasi generasi kita agar pemuda bukan hanya menjadi obyek apalagi komoditas," tutur Arief.
"Sebaliknya, pemuda harus duduk bersama sebagai subyek dari kebijakan publik untuk memperluas kebermanfaatan terhadap pemuda lain,” tambahnya.
