Susunan Dewan Pengawas Syariah BSI yang Baru, Ada Penulis Buku-Pengurus PBNU
ยทwaktu baca 4 menit

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 hari ini, Jumat (16/5), dan menunjuk Anggoro Eko Cahyo menjadi Direktur Utama.
Selain itu ada juga sederet nama yang menduduki jabatan Dewan Pengawas Syariah BSI dengan latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari penulis buku ilmu fikih hingga pengurus di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Berikut Dewan Pengawas Syariah BSI usai RUPST:
Hasanudin, pria kelahiran 1961 ini memiliki gelar depan Profesor Doktor Kiai Haji dengan gelar belakang Magister Agama. Hasanudin menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah BSI.
Berdasarkan laman BSI, dari sisi latar belakang pendidikan, Hasanudin mendapat gelar Doktor di UIN Syarif Hidayatullah bidang Syariah tahun 2008, Magister di IAIN/UIN Syarif Hidayatullah bidang Syariah tahun 1997 dan Sarjana di kampus yang sama pada bidang Syariah tahun 1989.
Hasanudin juga menduduki jabatan Ketua Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2020-sekarang, lalu Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) tahun 2018-sekarang.
Dia juga masih menjabat sebagai Ketua DPS PT Trimegah Asset Management sejak 2015 hingga kini dan Ketua DPS PT Toyota Astra Finance Services tahun 2014-sekarang.
Selain itu, anggota Dewan Standard Akuntansi Syariah (DSAS) Ikatan Ahli Akuntan Indonesia tahun 2012-2016, Ketua dan anggota DPS PT Bank BNI Syariah tahun 2010-2021, Anggota DPS UUS Bank Danamon tahun 2002-sekarang. Hasanudin telah menjadi DPS BSI sejak RUPST tanggal 6 Mei 2021.
Anggota Dewan Pengawas Syariah
Mohamad Hidayat, anggota DPS BSI yang lahir di Jakarta tahun 1967. Dia mendapat gelar Doktor di Universitas Trisakti bidang Islamic Economics and Finance tahun 2014, Magister di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Institute of Business Law and Legal Management bidang Ilmu hukum tahun 2004, Sarjana di IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bidang Syariah tahun 1992.
Dari sisi riwayat pekerjaan, Hidayat hingga kini masih menjadi Dewan Penasihat Ikatan Ahli Ekonomi Islam sejak 2019, Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah sejak 2018, Dewan Pembina Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia sejak 2017, Dosen Pascasarjana di Indonesia Banking School pada 2015 hingga 2017
Dia juga tercatat sebagai Anggota DPS UUS Manulife Syariah tahun 2010 hingga kini, Anggota DPS UUS Allianz Syariah tahun 2010-sekarang, Anggota DPS UUS BTN Syariah tahun 2005-sekarang, Ketua DPS UUS BRI Life Syariah tahun 2005-sekarang, Anggota DSN-MUI tahun 2000-sekarang.
Selain itu, dia pernah jadi Ketua dan Anggota DPS PT Bank Syariah Mandiri tahun 1999-2021.
Anggota DPS BSI lainnya adalah Oni Sahroni, seorang penulis buku dan pegiat media sosial dengan berbagi ilmu seputar fikih, dia lahir di Serang tahun 1975.
Oni mendapatkan gelar Doktor di Universitas Al Azhar Kairo Mesir bidang Fiqh Muqaran tahun 2009, Magister di kampus dan jurusan yang sama tahun 2005, Sarjana di kampus yang sama namun bidang Syariah Islamiyah tahun 2000.
Oni pernah menjabat sebagai anggota DPS PT Bank Syariah Mandiri tahun 2020-2021, Anggota Dewan Standar Akuntansi Syariah (IAI) tahun 2017-2020, Anggota DPS UUS PT Bank Maybank Indonesia tahun 2017-2020, Anggota DPS Bank Muamalat Indonesia tahun 2016-2019, Ketua DPS LAZ Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) tahun 2016 - sekarang.
Dosen Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI tahun 2014-sekarang, Tenaga Ahli Syariah International Shariah Research Academy for Islamic Finance (ISRA) Bank Negara Malaysia tahun 2014-2018, Direktur SEBI Islamic Business Economics & Research Center tahun 2013-sekarang.
Dia juga masih menduduki jabatan Anggota DPS PT Adira Dinamika Multifinance Tbk sejak 2012,
Anggota DSN-MUI sejak 2011. Oni pertama kali diangkat jadi anggota DPS BSI pada RUPS LB tanggal 15 Desember 2020 dan efektif menjabat pada 01 Februari 2021.
Anggota DPS BSI lainnya adalah Abdul Ghofur Maimoen yang merupakan Pengurus PBNU, yang lahir di Rembang tahun 1973.
Ghofur mendapat gelar Doktor, Magister dan Sarjana di Universitas Al Azhar Kairo Mesir. Dia menduduki jabaran Ketua STAI Al Anwar Serang Rembang dan Wakil Katib Syuriah PBNU.
Lalu ada Jaih Mubarak, adalah Guru Besar Hukum Islam serta dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Lahir di Bogor pada 17 September 1967.
Menyelesaikan pendidikan S-1 di Fakultas Syariah IAIN (UIN) Bandung (lulus 1991) dan Fakultas Ekonomi Universitas Ars Internasional Bandung (lulus 2008), S-2 Program Studi Pascasarjana IAIN Jakarta (lulus 1995) dan Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda Bogor (lulus 2009), dan S-3 Program Studi Ilmu Agama Islam pada Program Pascasarjana IAIN Jakarta (1999).
Selain aktif sebagai akademisi, Jaih juga aktif di beberapa lembaga dan organisasi ekonomi syariah di antaranya sebagai Wakil Ketua BPH DSN-MUI, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Ketua Dewan Pengawas Syariah BJB Syariah, dan Anggota Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS) - IAI. Aktif dalam melakukan penelitian, baik dilingkungan kampus maupun di Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI.
