Syarat Tak Dipenuhi, Rizal Ramli Batal Ladeni Tantangan Debat Luhut soal Utang

11 Juni 2020 12:36 WIB
Foto kolase Luhut Pandjaitan dan Rizal Ramli. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto kolase Luhut Pandjaitan dan Rizal Ramli. Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Ekonom Senior Rizal Ramli batal meladeni tantangan debat Menko Maritim dan Investasi, Luhut Pandjaitan. Pembatalan ini dilakukan, karena ada sejumlah syarat yang diminta Rizal Ramli, namun tak dipenuhi oleh pihak Luhut.
ADVERTISEMENT
"Enggaklah (tidak hadir). Penjelasan lengkapnya kontak Mas Adhie Massardi juru bicara kami," kata Rizal Ramli kepada kumparan, Kamis (11/6).
Tim Rizal Ramli menjelaskan, pihaknya meminta sejumlah syarat untuk pelaksanaan debat. Seperti keberadaan tim ekonomi yang lengkap. Luhut harus didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Alasannya karena Sri Mulyani selaku penanggung jawab pengelola keuangan negara. Selain itu harus disiarkan di televisi agar publik bisa menyaksikan dan berpartisipasi. Kemudian, moderator independen. Selain itu alokasi waktu yang berimbang buat pihak Luhut maupun Rizal Ramli.
Dikonfirmasi soal itu, Adhie Massardi menyatakan pihak promotor debat keberatan dengan pengunduran jadwal pelaksanaan oleh pihak Luhut.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat Seremonial Pengecoran Closure Tengah Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
"Iya. Ini kan ngikutin itu (jadwal promotor) karena kita sudah komitmen. Ya kita ikut mereka aja. Jadi ketika ada sabotase pendahuluan dari Pak Luhut yang rencananya hari ini, promotor juga keberatan," kata Adhie menjawab kumparan melalui pesan singkat.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan, menantang para pengkritik utang negara untuk bertatap muka dengannya. Luhut mengaku ingin berbincang terkait penambahan utang negara selama pandemi virus corona atau COVID-19.
Tantangan tersebut mendapat respons selain dari Rizal Ramli, juga dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Djamester Simarmata.