kumparan
5 Maret 2019 15:27

Tahun Politik, Target Pertumbuhan Kredit Bank Panin Stagnan

Direktur Utama Bank Panin, Herwidayatmo. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Bank Panin menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun ini masih sekitar 8 persen. Target tersebut tak berubah alias stagnan dari target pada 2018.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Bank Panin, Herwidayatmo, mengatakan keputusan perusahaan tak menaikkan target pertumbuhan tersebut karena situasi pada tahun ini memasuki tahun politik.
"Ya kan tahun politik, realistis aja lah. Kita tahun politik orang pada ngerem semuanya. Kita ini kan mengikuti gejolak pasar makro," kata Herwidayatmo di Gedung Panin Bank, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3).
Adapun sepanjang 2018 perseroan mencatatkan performa kredit yang cukup positif mencapai Rp 151,56 triliun, tumbuh 8,06 persen dibandingkan 2017 senilai Rp 140,26 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut ditopang dari segmen ritel dan komersial yang porsinya mencapai 58 persen dari total kredit. Sementara sisanya 42 persen berasal dari segmen korporasi.
Menurut Herwidayatmo untuk tahun ini Bank Panin masih bertumpu pada kredit komersial yang memang menjadi andalan perseroan selama ini. Meski demikian, Herwidayatmo mengaku akan menggenjot semua lini kredit termasuk kredit korporasi.
ADVERTISEMENT
"Karena portofolio terbesar banyak di komersial, ya kita pengennya komerisialnya yang bergerak naik. Tapi mana yang pasarnya masuk begitu," ujarnya.
Panin Bank. Foto: Facebook/@paninbankfanpage
Selain itu, Herwidayatmo juga tak menutup kemungkinan ke depan Bank Panin juga akan ikut ambil andil untuk mendanai infrastruktur. Herwidayatmo melihat hal tersebut tengah menjadi tren di kalangan perbankan akhir-akhir ini.
"Kita mau masuk sama konsorsium bank-bank lain mengenai pendanaan infrastruktur. Ya kita lihat nanti. (Tahun lalu) sudah ada beberapa join sama bank. Tapi kami bukan jadi lead,” ujarnya.
Sepanjang 2018, Panin berhasil membukukan laba bersih Rp 3,18 triliun, tumbuh 59 persen dibandingkan laba 2017 senilai Rp 2 triliun. Sedangkan NPL gross Panin pada 2018 mencapai 3,04 persen lebih tinggi dibandingkan posisi 2017 sebesar 2,84 persen.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) Bank Panin turun 5,5 persen (yoy) dimana pada 2018 terhimpun Rp 137,69 triliun, sedangkan pada 2017 senilai Rp 145,67 triliun.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan