Kumparan Logo

Tanam Porang di Lahan Gambut, Petani Kalbar Raih Hasil Panen Seharga Fortuner

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertanian Porang. Foto: Dok Dika, Petani Porang di Madiun
zoom-in-whitePerbesar
Pertanian Porang. Foto: Dok Dika, Petani Porang di Madiun

Porang, jenis umbi-umbian yang sedang laris-manis di pasar ekspor, ternyata bisa tumbuh subur di lahan gambut. Hal itu telah dibuktikan petani di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Petani di kawasan tersebut, mengaku bisa meraup hasil hingga sebesar Rp 560 juta, setiap kali panen porang dari per hektare ladang porang. Dengan hasil panen sebesar itu, setara harga mobil Toyota Fortuner baru.

kumparan post embed

"Dalam satu hektare lahan bisa menghasilkan 80 ton porang dengan estimasi penghasilan mencapai Rp 560 juta dalam sekali panen," kata Ketua Himpunan Petani Porang Lahan Gambut Kabupaten Kubu Raya, Jong Hong di Sungai Ambawang, Selasa (7/9).

Petani di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, menanam komoditas Porang di lahan gambut. Foto: Indra Budi Santoso/ANTARA

Jong Hong seperti dilansir Antara menjelaskan, sebelum ditanami porang, lahan gambut memang harus diekstrak dulu untuk mengatasi keasamannya. Porang yang memiliki nama latin Amorphophallus oncophyllus masuk dalam salah satu diversifikasi pangan dan komoditas ekspor unggulan Indonesia.

"Para petani lahan gambut di Desa Teluk Bakung, saat ini sudah mampu menghasilkan sebanyak 80 ton porang dalam satu hektare. Hasil panen tersebut dijual dengan harga Rp 7.000 per kilogram atau dengan estimasi keuntungan sekitar Rp 560 juta dalam rentang waktu 10 bulan sejak masa tanam," ujarnya.

kumparan post embed

Dia menambahkan, saat ini pihaknya mendatangkan bibit Porang dari Madiun. "Ke depannya, kami akan mulai mengembangkan bibit Porang persilangan antar provinsi ini, sehingga tidak terlalu tergantung pada bibit dari luar saja," imbuh Jong Hong.

Pengembangan Porang sangat cocok, apalagi Kalbar ini memiliki tanah atau lahan gambut yang luas sekali dan itu tanah yang subur. "Saya sudah membuktikannya dengan mencoba menanam porang di tanah gambut dan ternyata hasilnya memuaskan," kata Jong Hong yang bertanam porang sejak awal 2020.