Kumparan Logo

Tarif Kereta Api Ekonomi Berpotensi Naik Usai Modifikasi Kursi yang Tegak

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi jembatan kereta api terpanjang di Indonesia. Foto: Akhmad Dody Firmansyah/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jembatan kereta api terpanjang di Indonesia. Foto: Akhmad Dody Firmansyah/Shutterstock

PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka peluang adanya penyesuaian tarif, usai dilakukannya memodifikasi kursi kereta api (KA) ekonomi dari sebelumnya tegak 90 derajat dan berhadap-hadapan.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartyanto, mengatakan tidak akan ada perubahan kelas bagi KA yang telah dimodifikasi kursinya. Dia menyebutkan modifikasi ini sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan di kelas ekonomi.

"Tetap ekonomi, (tarifnya) nanti disesuaikan lah," ujarnya saat ditemui awak media di Sarinah, Kamis (25/5).

Didiek menjelaskan alasan modifikasi kursi penumpang KA ekonomi lantaran masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang lebih manusiawi. Dia berkata, perbaikan fasilitas juga akan dilakukan terhadap kualitas toilet dan tempat ibadah.

"Kita melihat taraf hidup masyarakat terus meningkat sehingga kami akan terus meningkatkan pelayanan. Salah satunya mengkonversi seluruh kereta ekonomi yang 3-2 hadap-hadapan kami buat lebih manusiawi," tuturnya.

Dia memastikan bahwa modifikasi kursi penumpang akan diberlakukan di seluruh KA ekonomi, bahkan termasuk kereta subsidi atau Public Service Obligation (PSO).

Kursi kereta api kelas ekonomi. Dok: KAI

"Taraf hidup masyarakat meningkat, daya beli meningkat, dan kita ingin meningkatkan kualitas pelayanan sehingga perjalanan yang ditempuh, ada yang 12 jam, 14 jam, itu lebih nyaman," imbuh Didiek.

Sementara itu, VP Public Relations KAI Joni martinus mengatakan, saat ini KAI memang tengah melakukan modifikasi interior kereta beserta kursinya di Balai Yasa Manggarai.

Pada tahap awal ini, sudah ada 4 gerbong kereta ekonomi yang telah berhasil dimodifikasi. Melalui modifikasi ini, jumlah kursi yang tadinya berkapasitas 80 tempat duduk, kini menjadi 72 tempat duduk, sehingga memberikan kesan yang lebih luas.

Joni menjelaskan keunggulan lainnya yaitu kursinya dapat disandarkan (reclining) dan diputar (revolving) seperti kursi pada kereta eksekutif.

"Selain itu pada interior kereta juga ditambahkan Public Information Display System (PIDS) yang dapat menampilkan jam dan suhu. Interior kereta juga dimodif mirip dengan kereta eksekutif seperti bentuk bagasi dan nuansa interior yang lebih cerah," kata Joni kepada kumparan, Kamis (25/5).

instagram embed