Kumparan Logo

Tekan Biaya Logistik, Prabowo Sebut Jalan Daerah Harus Jangkau Wilayah Produktif

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto saat Peresmian Inpres Tahun 2025 Jalan Daerah Sepanjang 1.151 Km di Seluruh Indonesia di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto saat Peresmian Inpres Tahun 2025 Jalan Daerah Sepanjang 1.151 Km di Seluruh Indonesia di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan infrastruktur jalan menjadi kunci untuk menekan biaya logistik nasional, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan penyelesaian pembangunan 1.151 kilometer jalan daerah hasil program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang telah rampung dikerjakan pada 2025.

Peresmian dipusatkan di Jalan Kedungdung–Bringkoning, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti tantangan geografis RI yang luas dan terdiri dari banyak wilayah dengan karakteristik berbeda.

Karena itu, konektivitas antardaerah dinilai jadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

"Indonesia adalah negara sangat besar dengan wilayah yang sangat luas dengan kondisi geografis yang berbeda-beda,” tuturnya.

Kata Kepala Negara itu, pembangunan jalan yang memadai bakal memangkas biaya distribusi barang dan jasa, sehingga bisa meningkatkan efisiensi ekonomi sekaligus memperkuat konektivitas antarpusat produksi dan kawasan permukiman.

"Saudara-saudara kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita,” kata Prabowo.

Dia juga menekankan pembangunan jalan bukan hanya soal transportasi, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.

Menurutnya, upaya mencapai swasembada tak cukup lewat peningkatan produksi, tetapi juga harus ditopang jaringan distribusi yang efektif hingga menjangkau seluruh masyarakat.

"Ini juga adalah hasil jaringan distribusi yang lancar dan baik. Energi harus dapat menjangkau masyarakat dari kawasan-kawasan produktif,” lanjutnya.

instagram embed