Terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tembus Perut Bukit Walini

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berkunjung ke Walini, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di tempat ini, Rini sempat mengecek pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, terutama sebuah terowongan atau tunnel yang berada di area perkebunan Walini milik PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero).
"Di sana itu pembangunan tunnel sedang dilakukan, pengerjaannya lebih dulu lantaran proses konstruksinya membutuhkan waktu," kata Rini saat meninjau lokasi, Rabu (21/3).
Terowongan Walini merupakan salah satu dari 9 terowongan yang dibangun di sepanjang jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Terowongan Walini memiliki panjang sekitar 608 meter. Yang menarik adalah, pembangunan terowongan tepat di bawah bukit perkebunan teh Walini milik PTPN VIII.
Sedangkan di Jakarta, pembangunan terowongan akan dikerjakan di kawasan Halim Perdanakusuma. Total panjang 9 terowongan di sepanjang rute kereta cepat Jakarta-Bandung adalah 11.791 meter. Pengerjaan seluruh terowongan akan rampung pada 2020 nanti.

"Ini diharapkan dua tahun dari sekarang untuk terowongan ini bisa selesai. Dari terowongan ini di depan nantinya menjadi stasiun utama kereta cepat yang ada di Walini yang nantinya tidak terlalu jauh dari stasiun kereta api biasa, yaitu stasiun Maswati," jelas Rini.
Menurut Rini, hadirnya Kereta Cepat Jakarta-Bandung diharapkan bisa menjadi pilihan moda transportasi masyarakat. Moda transportasi canggih ini diklaim akan menghemat waktu tempuh karena kereta cepat mampu melesat dengan kecepatan 350 Km/Jam. Jadi dari Jakarta ke Bandung sepanjang 142 km naik kereta cepat hanya butuh waktu sekitar 45 menit. Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan melewati empat stasiun, yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar.

