Kumparan Logo

Terburuk dalam 115 Tahun, Bank Sentral Swiss Catat Rugi Rp 2.200 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mata uang franc Swiss. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mata uang franc Swiss. Foto: Shutterstock

Bank sentral Swiss atau Swiss National Bank (SNB) mencatatkan kerugian sebesar USD 143 miliar atau setara Rp 2.200 triliun. Catatan kerugian itu merupakan yang terburuk sepanjang 115 tahun sejak bank sentral tersebut didirikan.

Dikutip dari Reuters, Senin (9/1), kerugian yang dialami bank sentral Swiss terjadi akibat jatuhnya pasar saham, serta sumber pendapatan tetap mereka. Hal ini menyebabkan portofolio saham dan obligasi SNB anjlok.

Pada sisi lain, nilai tukar mata uang Swiss, Franc, juga dianggap terlalu kuat terhadap mata uang asing lainnya. Hal ini berdampak menggerus penerimaan devisa Swiss.

Ilustrasi bank sentral Swiss. Foto: Shutterstock

"Kerugian sebesar USD 143 miliar itu adalah angka sementara, sebelum rilis angka resmi pada 6 Maret. Tapi jumlah itu jauh lebih besar dibandingkan 2015 saat SNB mencatat kerugian USD 23 miliar. Bahkan kerugian ini membalik keuntungan di 2021 yang sebesar USD 26 miliar," tulis Reuters.

Menurut laporan yang dikutip Reuters, sumber kerugian terbesar bank sentral Swiss, yakni sebesar USD 131 miliar, adalah dari penguatan nilai tukar. Sisanya dipicu anjloknya harga saham dan obligasi.

Pasar saham global melemah dan harga obligasi turun pada 2022 lalu, karena bank sentral di seluruh dunia, termasuk Swiss National Bank, menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi.

video youtube embed