Bisnis
·
22 September 2020 11:36

Terendam Banjir, Pabrik Aqua di Sukabumi Setop Produksi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Terendam Banjir, Pabrik Aqua di Sukabumi Setop Produksi (65944)
Suasana salah satu ruangan di PT Aqua Golden Mississipi di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jabar yang terendam banjir pada Senin (21/9/2020). Foto: Handout ANTARA
Industri air minum dalam kemasan, PT Aqua Golden Mississippi, terpaksa menghentikan sementara produksi air mineral dari salah satu pabriknya di yang terletak di Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Penghentian produksi dilakukan, akibat pabrik di lokasi tersebut terendam banjir bandang dari aliran sungai Citarik-Cipeuncit.
ADVERTISEMENT
"Kami telah melakukan penghentian sementara fasilitas produksi PT Aqua Golden Mississippi untuk memastikan keamanan dan keselamatan karyawan kami," kata Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, dalam keterangan resmi, Selasa (22/9).
Ia menyatakan bahwa, salah satu lokasi produksi Aqua, PT Aqua Golden Mississippi yang berada di Kecamatan Cicurug, Kabuparen Sukabumi, ikut terkena dampak dari banjir bandang tersebut. Perusahaan, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam menangani masalah ini dan tetap menerapkan protokol keselamatan dan keamanan dengan mengikuti standar yang berlaku.
Selain itu, ujar dia, saat ini seluruh karyawan dipastikan dalam kondisi aman.
Terendam Banjir, Pabrik Aqua di Sukabumi Setop Produksi (65945)
Dampak banjir bandang di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (21/9). Foto: Iman Firmansyah/ANTARA FOTO
Sementara itu perusahaan segera melakukan berbagai langkah pengamanan untuk terus memastikan kualitas terbaik bagi konsumen dan pasokan produk dapat terus terpenuhi dengan kualitas yang tetap terjaga.
ADVERTISEMENT
"Kami pun memastikan bahwa kondisi ini tidak berimplikasi pada kualitas serta layanan produk Aqua dan pasokan untuk para konsumen tetap terpenuhi melalui fasilitas pabrik kami yang lain," katanya.
Arif mengemukakan, fokus pihaknya selanjutnya saat ini adalah membantu masyarakat yang berada di dekat fasilitas produksi di Sukabumi, yang justru banyak mengalami kerugian akibat banjir bandang ini.
Terjadinya banjir bandang luapan air sungai Citarik-Cipeuncit dengan ketinggian air sekitar 5 - 6 meter telah mengakibatkan sekitar 12 rumah terbawa hanyut, 85 unit rumah terendam, dan beberapa kendaraan terbawa hanyut.