News
·
22 September 2020 11:30

Banyak Batang Pohon di Lokasi Banjir Bandang Cicurug Sukabumi

Konten ini diproduksi oleh Sukabumi Update
Banyak Batang Pohon di Lokasi Banjir Bandang Cicurug Sukabumi (31122)
Sejumlah batang pohon di lokasi banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/9/2020). | Sumber Foto: SU/Oksa BC
SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi, Marwan Hamami meninjau lokasi banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/9/2020).
ADVERTISEMENT
Dari peninjauan itu, Marwan menduga batang kayu yang tergerus arus pada saat banjir bandang terjadi, berasal dari pohon yang baru ditebang.
"Menurut laporan Pak Dandim setelah mengecek lapangan, ini akibat dari cekungan air yang dindingnya bobol akibat hujan besar. Sebagian material banjir berupa pohon ini masih bergetah, masih baru," ujarnya Marwan kepada sukabumiupdate.com, Selasa (22/9/2020).
Namun ia tidak bisa memastikan batang pohon tersebut berasal dari pohon yang sengaja ditebang untuk alih fungsi lahan. Marwan menjelaskan, untuk memastikan itu perlu pengkajian mendalam.
"Tetapi kita tidak bisa begitu saja. Kita akan evaluasi dengan membentuk tim dan akan menyisir sepanjang alur sungai ini. Apa ada perubahan fungsi hutan diatas atau tidak," terangnya.
ADVERTISEMENT
Marwan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendirikan rumah ke sempadan sungai. Menurutnya, itu dapat membahayakan keselamatan warga sekitar.
"Seharunya Pak Kades dan Pak Camat mengingatkan. Seperti di Nyangkowek itu sampai setengah ruas bahuan sungai sudah ada pancang-pancang rumah," tegasnya
Marwan melanjutkan, masa tanggap darurat bencana akan berlangsung selama sepekan. "Tanggap darurat itu seminggu, sudah standar seperti itu. Namun kondisional nanti bisa diperpanjang lagi. Yang paling harus dicermati baju ganti," tandasnya.