Kumparan Logo

Teten Minta UMKM Tak Cuma Bikin Krupuk hingga Batik, Masuk ke Inovasi Teknologi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki. Foto: Facebook/ @kemenkopukm
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki. Foto: Facebook/ @kemenkopukm

Meski pelaku UMKM cukup banyak di Indonesia, namun kewirausahaan Indonesia masih rendah. Saat ini rasio kewirausahaan Indonesia baru 3,47 persen.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan Indonesia masih tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Juga masih belum cukup untuk menjadi negara maju.

"Kita punya masalah yaitu meskipun UMKM ada 64 juta pelaku usaha, tapi persentase kewirausahaan kita masih rendah dibanding negara tetangga. Kita baru 3,47 persen kalau kita lihat Thailand dan Malaysia sudah 4,5 persen, Singapore 8,5 persen dan rata-rata negara maju 12 persen. Syarat jadi negara maju kan minimum 4 persen," ujar Teten dalam live To The Point kumparan, Rabu (11/8).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Dok. MenKopUKM

Maka itu saat ini pemerintah tengah berpikir untuk bisa menghasilkan UMKM yang inovatif ke depan. Jadi mendorong UMKM yang bisa berkembang menjadi skala usaha yang lebih besar.

"Yaitu UMKM yang punya bisnis model yang unggul, punya produk yang unggul juga. Maka dari itu kita harus bertransformasi. Tidak lagi UMKM kita hanya memproduksi kripik, krupuk, batik. Kita harus mulai masuk ke sektor yang ada unsur inovasi teknologinya," tuturnya.

Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan Perpres Kewirausahaan untuk menyokong bibit unggul wirausaha Indonesia. Sehingga rasio kewirausahaan Indonesia bisa terus naik ke depan.

"Kita juga sedang siapkan Perpres Kewirausahaan nanti di sana ada komite kewirausahaan yang bisa saja nanti anak muda yang punya ide brilian bikin bisnis model, enggak harus semua aplikasi digital, tapi misal ada usulan produk bisnis model, dan setelah diuji unggul dari sisi model bisnis dan produknya nah itu harus dibantu itu gimana potensialnya sampai betul-betul bisa berproduksi," jelasnya.

kumparan post embed

Meski begitu, UMKM dengan skala kecil saat ini akan tetap dibantu dengan akses pembiayaan yang lebih murah dan mudah.

"Yang existing sekarang mikro, makanan dan minuman sebenarnya perlu akses pembiayaan yang murah. Ini kita urus, tapi kita mulai harus bidik UMKM-UMKM yang bisa kita siapkan untuk future establish termasuk di kalangan anak muda," tutupnya.