Kumparan Logo

Tiket Mahal, Garuda Kehilangan 3,1 Juta Penumpang Domestik

kumparanBISNISverified-green

comment
15
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang bpramugari berada di kursi penumpang pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Seorang bpramugari berada di kursi penumpang pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Penumpang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk domestik maupun internasional turun cukup signifikan sejak awal tahun hingga akhir September 2019.

Berdasarkan bahan pemaparan Garuda Indonesia yang diterima kumparan, Senin (23/12), jumlah penumpang domestik maskapai BUMN itu hanya 11,2 juta orang hingga September 2019. Angka ini turun 3,1 juta penumpang atau 21,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang bisa mencapai 14,3 juta penumpang.

Sementara jumlah penumpang internasional Garuda Indonesia hanya 3,2 juta orang hingga akhir September 2019, turun 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jika diakumulasikan, jumlah penumpang domestik dan internasional Garuda Indonesia hanya 14,4 juta penumpang, turun 18,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pesawat Garuda Indonesia di landasan Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Foto: REUTERS / Darren Whiteside

Penurunan jumlah penumpang tersebut menjadikan Garuda Indonesia berada di posisi terbawah dibandingkan maskapai di Asia lainnya untuk kategori passanger carried growth.

Penurunan jumlah penumpang tersebut tak terlepas dari kenaikan harga tiket pesawat domestik sejak tahun lalu. Penyesuaian tarif penumpang Garuda Indonesia selama sembilan bulan pertama tahun ini naik 30,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara tarif penumpang internasional naik 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun laba bersih Garuda Indonesia Group mencapai USD 122,8 juta, naik 211,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.