Kumparan Logo

TikTok Shop Buka Suara soal Kabar PHK Karyawan di Indonesia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TikTok Shop. Foto: Ascannio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
TikTok Shop. Foto: Ascannio/Shutterstock

Manajemen TikTok Indonesia buka suara terkait kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan TikTok Shop di Indonesia, setelah mengambil alih operasional Tokopedia pada tahun lalu.

Pemangkasan tersebut rencananya akan berdampak pada ratusan karyawan. Juru Bicara TikTok mengatakan evaluasi kebutuhan bisnis memang rutin dilakukan perusahaan.

"Kami secara rutin mengevaluasi kebutuhan bisnis dan melakukan penyesuaian untuk memperkuat organisasi serta memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna," kata Juru Bicara TikTok kepada kumparan, Senin (2/6).

Meski demikian, TikTok tidak menjelaskan dengan rinci rencana pemangkasan karyawan TikTok Shop di Indonesia. Perusahaan hanya memastikan tetap berinvestasi di Indonesia, khususnya di Tokopedia.

"Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan," lanjutnya.

TikTok Shop by Tokopedia. Foto: Aditya Panji/kumparan

Kabar PHK karyawan TikTok Shop dilaporkan oleh Bloomberg pada 30 Mei 2025 lalu. Raksasa media sosial asal China, ByteDance Ltd, berencana mengurangi karyawan di TikTok Shop Indonesia hingga ratusan orang.

ByteDance memangkas staf di semua tim e-commerce, termasuk logistik, operasi, pemasaran, dan pergudangan, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Pemangkasan lebih lanjut akan dilakukan paling cepat pada bulan Juli, kata salah satu sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembahasannya belum dipublikasikan. Pemangkasan ini membuat Tokopedia dan TikTok Shop memiliki sekitar 2.500 karyawan secara total di Indonesia.

TikTok Shop tengah mempercepat perombakan operasionalnya di Indonesia, dengan mengurangi sebagian besar staf yang diperolehnya setelah bergabung dengan Tokopedia milik GoTo Group dalam kesepakatan senilai USD 1,5 miliar.

Indonesia menjadi salah satu pasar awal bagi ambisi e-commerce ByteDance, dan sejauh ini merupakan yang terbesar. Namun, persaingannya ketat dengan para pesaing seperti Shopee milik Sea Ltd. dan Lazada milik Alibaba Group Holding Ltd.

Setelah selesainya penggabungan TikTok Shop dan Tokopedia awal tahun lalu, bisnis e-commerce ByteDance di Indonesia memiliki sekitar 5.000 karyawan.