Tingkatkan Sistem Core Banking, BSI Kejar Target 40 Juta Nasabah pada 2030

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) atau BSI telah melakukan upgrade terhadap sistem core banking mereka. Hal ini dilakukan salah satunya agar target BSI di tahun 2030 termasuk peningkatan nasabah hingga 40 juta bisa tercapai.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menuturkan dengan upgrade sistem tersebut memang harus dilakukan untuk mencapai target BSI yang ada.
“Jadi justru kalau kita tidak upgrade, justru itu belum tentu bisa tercapai. Jadi untuk memastikan itu bisa tercapai, maka ada beberapa syarat yang kita harus lakukan di antaranya adalah meningkatkan kemampuan dari IT kita. Jadi kalau pertanyaannya apakah itu bisa tercapai, kita meyakini kalau dengan upgrade ini harusnya bisa tercapai. Bahkan harusnya bisa lebih dari itu,” kata Anggoro dalam Ngopi bareng Media di Kantor BSI, Jakarta pada Rabu (1/7).
Untuk Capex untuk sektor pengembangan IT yang digelontorkan BSI menurut Anggoro dari 2023 sampai 2026 mencapai Rp 7 triliun. Capex tersebut diberikan secara bertahap.
Sebelumnya, proses upgrade sistem core banking tersebut dilakukan pada 16 Mei lalu. Dari situ terdapat peningkatan sistem dari R10 menjadi R24.
Terkait target di tahun 2030, BSI memang menarget jumlah nasabah bisa mencapai 40 juta. Di samping itu, BSI juga menarget total aset mencapai Rp 1.000 triliun dan menjadi top 5 global dari segi market cap.
Dari upgrade yang sudah dilakukan tersebut, versi aplikasi BYOND terbaru juga akan mulai bisa diakses pekan depan. Dalam aplikasi terbaru tersebut terdapat beberapa fitur baru termasuk tabungan haji yang kini memiliki sistem pengingat, Hasanah Card atau kartu kredit BSI yang sudah bisa diakses lewat BYOND, sampai fitur gadai emas dari cicilan yang sudah lunas yang mulai bisa dilakukan.
“Cicil emas yang sudah lunas, bisa digadaikan. Selama ini cicil, nanti baru bisa hanya dijual. Tapi sekarang bisa langsung digadaikan. Kenapa? Karena memang banyak mereka butuh untuk digadaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, fitur gadai emas tersebut nantinya sudah mulai diakses oleh nasabah BSI dengan BYOND mulai 6 Juli nanti.
Meski sudah melakukan upgrade sistem core banking, Anggoro memastikan keberadaan cabang fisik tetap penting. Hal ini ditunjukan dari BSI Yang tetap memiliki rencana penambahan cabang fisik.
“Cabang tetap akan ada dan bahkan untuk beberapa daerah yang kita melihat presence kita masih kurang, potensinya masih besar, kita akan bertambah. Dan dalam tahun ini kita juga akan menambah jumlah cabang. Jadi artinya kita meyakini bahwa physical presence itu tetap perlu, tetapi di daerah-daerah yang memang potensinya besar,” kata Anggoro.
