Kumparan Logo

Tips Ajari Anak Usia Sekolah Mulai Kelola Uang Saku

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Uang Rupiah. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Uang Rupiah. Foto: Getty Images

Sebentar lagi, anak Anda akan mulai masuk usia sekolah. Selain perlengkapan sekolah, maka Anda pun perlu membekali ia pembelajaran dalam mengelola uang saku.

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Sutikno, mengatakan uang saku sekolah memang bisa jadi media belajar finansial yang baik sejak kecil. Utamanya, mengenai transaksi sederhana soal jual dan beli.

"Nah di usia sekolah itu udah bisa main pasar-pasaran, secara bertahap, saat kita jalan-jalan itu kita memperkenalkan ia bagaimana bertransaksi antara penjual dan pembeli,” ujarnya kepada kumparan, Kamis (11/7).

Mike menjelaskan anak usia sekolah, bisa mulai diajarkan dengan dikenalkan pada ragam pecahan uang. Mulai dari yang paling kecil berupa uang logam dan uang kertas secara bertahap.

Berkaitan itu, menurutnya Anda pun juga bisa bertahap dalam mengenalkan anak apa saja yang bisa dibelikan dari uang saku itu. Berilah ia simulasi, semisal pecahan ini bisa buat beli makanan seharga sekian.

Ilustrasi anak belajar di sekolah Foto: Shutterstock

Jangan lupa juga, Mike menilai, komunikasi dan mengajak diskusi dengan anak soal uang saku yang ia gunakan pun penting.

"Sampai dia bisa diberi kepercayaan bisa mengelola uang saku sendiri," imbuhnya.

Lebih lanjut, Mike pun menekankan pembelajaran anak soal uang saku bisa dilakukan tak hanya di sekolah. Namun juga, di lingkungan keluarga.

Ia menambahkan, orang tua lantas bisa membiasakan anak-anak dengan hal sederhana yang bermanfaat mendidik sikap positif dalam keuangan. Misalnya saja, mengajari anak untuk menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung.

“Orang tuanya memberikan celengan, orang tuanya nabung, itu anak kan lihat, anak kan belajarnya dari lingkungan dari orang tua, melihat. Dan dia cepat sekali, pengalaman itu akan membentuk perilakunya dia, akan membentuk mindsetnya dia,” ujar dia.