Kumparan Logo

Tips Aman Investasi Forex Agar Tak Bangkrut seperti Kevin Aprilio

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kevin Aprilio Foto: Munady Widjaja
zoom-in-whitePerbesar
Kevin Aprilio Foto: Munady Widjaja

Kevin Aprillio tengah menuai perhatian publik. Sebab, belakangan dia menceritakan kisah jatuh bangun dalam investasi valuta asing atau foreign exchange (forex).

Melalui akun Instagram pribadinya, seleb berusia 29 tahun ini blak-blakan mengungkapkan pengalaman masa lalunya yang pernah merasakan bangkrut dan terlilit utang hingga Rp 17 miliar karena kegagalannya saat investasi forex.

Untuk menghindari hal serupa terjadi, yuk cermati empat hal ini sebelum berinvestasi forex.

Pelajari Risiko

Trading di pasar forex bukan hal yang mudah. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, mengatakan volatilitas investasi forex lebih besar dibanding instrumen lainnya.

Karenanya, para investor diminta untuk terus menganalisa risiko yang mungkin terjadi. Saat ini sudah banyak website yang menyediakan informasi terkait cara menganalisa investasi forex secara teknikal.

“Pelajari risiko sebelum bermain investasi forex karena volatilitasnya lebih besar dibandingkan instrumen lain misalnya surat utang dan emas,” kata Bhima saat dihubungi kumparan, Sabtu (22/6).

Pilih Broker dengan Track Record Bagus

Dalam trading di pasar forex, biasanya seseorang harus mendaftar pada broker sebagai tempat transaksi bisnis forex. Untuk menghindari kesalahan dalam bertransaksi, sebaiknya pilih broker yang sudah memiliki track record bagus.

Anda harus juga memilih broker yang memiliki pengendalian risiko dan imbal hasil wajar. Sebab, nama perusahaan yang besar belum tentu menjamin risiko yang lebih rendah.

Adapun, daftar pialang dan broker terdaftar dapat dicek di situs resmi Bappebti di http://bappebti.go.id/pialang_berjangka

“Pilih manajer investasi yang punya track record bagus, punya pengendalian risiko yang baik dan memberikan imbal hasil yang wajar,” tutur Bhima.

Ilustrasi IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Jangan Terjebak Promo

Bagi Anda yang tertarik berinvestasi dalam trading forex, ada baiknya untuk tidak tergiur promo berlebihan. Apalagi, jika diiming-imingi dengan imbal hasil yang tidak rasional dari broker.

"Pelajari detail tiap rekomendasi nilai tukar yang mau dibeli atau dijual," kata Bhima.

Ikuti Perkembangan Terkini

Trading di forex bisa dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk kondisi politik antar negara. Untuk itu, Bhima menyarankan bagi Anda yang ingin berinvestasi forex untuk mengikuti perkembangan terkini.

Hal ini dilakukan agar terhindar dari kesalahan investasi di saat yang tidak tepat.

"Misalnya efek perang dagang terhadap rupiah dalam jangka pendek justru positif dengan adanya pengalihan modal investor negara AS dari China ke Indonesia," tutupnya.