Tips Buat Milenial Hadapi Wawancara Akhir Lamaran Kerja

Wawancara kerja masih jadi momok tersendiri bagi para pencari kerja, khususnya milenial yang baru lulus. Sebab, banyak para pencari kerja lulusan baru yang harus berhenti di tahap wawancara.
"Performa mereka sering dianggap kurang memuaskan di mata para perekrut," kata Partnership Associate Kalibrr, Derrel Marvianus, saat dihubungi kumparan, Minggu (14/4).
Lantas, bagaimana tips agar lolos dari wawancara kerja tahap akhir?
Pertama, para pelamar disarankan datang tepat waktu. Salah satu situs penyedia informasi lowongan kerja, Kalibrr, melakukan riset terhadap 400 pimpinan perusahaan dari industri perbankan dan teknologi untuk mengetahui apa yang dianggap penting bagi mereka.
Hasilnya, sekitar 57 persen pimpinan di perusahaan teknologi mengaku penilaian mereka akan negatif pada pelamar yang datang terlambat saat wawancara.
"Karena dalam wawancara kerja tahap akhir, ada banyak hal yang diperhatikan oleh user (pimpinan perusahaan). Mulai dari pengetahuan tentang industri yang dilamar, datang tepat waktu, hingga outfit yang digunakan itu bisa berpengaruh," tambah Derrel.
Selain itu, para pelamar juga disarankan untuk tidak menjawab pertanyaan dengan terbata-bata. Sekitar 63 persen user dari industri yang sama setuju bahwa pelamar yang menjawab pertanyaan dengan terbata-bata akan berkurang nilainya ketika evaluasi.
Begitu juga yang terjadi dalam industri perbankan, 64 persen responden dari industri perbankan mengaku pelamar yang menjawab pertanyaan dengan terbata-bata akan memberikan kesan negatif.
"Usahakan untuk perlihatkan jawaban yang lugas dan pastikan kamu memiliki pengetahuan yang cukup tentang topik atau tren yang hangat sekarang ini," pungkasnya.
