Kumparan Logo

Tips Keuangan: Agar Gaji Tak Cepat Habis Harus Punya Tujuan Hidup

kumparanBISNISverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi uang rupiah Foto: Maciej Matlak/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uang rupiah Foto: Maciej Matlak/Shutterstock

Bagi sebagian besar karyawan, akhir bulan menjadi saat yang sudah ditunggu-tunggu. Apalagi kalau bukan perkara segera gajian. Rasanya, banting tulang selama satu bulan penuh terobati dengan uang yang didapatkan.

Namun, euforia mendapatkan gaji jangan terlalu berlebihan. Sebab, bisa saja pemasukan yang baru didapatkan itu habis dalam sekejap. Untuk menunggu akhir bulan lagi, tentu terasa begitu lama apabila gaji sudah ludes sebelum waktunya.

Nah, untuk menghindari hal itu, harus ada perencanaan keuangan yang baik. Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andy Nugroho menjelaskan, setiap orang harus punya tujuan hidup yang jelas. Sehingga gaji yang didapatkan bisa dialokasikan sesuai kebutuhan. Tips keuangan yang bagus untuk Anda.

“Akan lebih efektif kalau kita punya goal yang jelas, misal 3 tahun lagi mau nikah. Estimasikan biayanya, dari situ kita bisa estimasikan berapa yang harus ditabung tiap bulannya,” kata Andy saat dihubungi kumparan, Jumat (29/11).

Pegawai menghitung uang rupiah di gerai penukaran uang Ayu Masagung di Jalan Kramat Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (7/11). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Selain itu, Andy mengatakan dengan mempunyai tujuan itu, seseorang akan merasa berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang. Ia menuturkan harus ada tanggung jawab pribadi dalam mewujudkan keinginan yang direncanakan.

“Kalau kita mau senang-senang, nongkrong sama teman atau traveling, ingat selalu goal tersebut, dan bayangkan efeknya bila kita lalai nggak nabung,” ujar Andy.

Namun, apabila belum mempunyai tujuan hidup yang jelas, Andy menyarankan harus ada komitmen menabung setiap bulannya. Sehingga saat uang habis, masih ada cadangan yang disimpan sejak awal gajian.

“Dari awal gajian langsung sisihkan minimal 10 persen buat ditabung. Kalau ternyata kita sering khilaf, buat rekening tabungan sendiri yang terpisah dari rekening gaji. Jadi rekening gaji berfungsi sebagai tempat cashflow kebutuhan sehari-hari,” tutur Andy.