Tips Keuangan Bagi yang Akan Menikah, Tapi Tabungan Belum Cukup

Tidak semua orang sudah merencanakan keuangan yang matang untuk persiapan pernikahan. Padahal, pernikahan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Banyak orang yang harus melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat tapi belum mempunyai perencanaan keuangan atau tabungan belum cukup. Apakah ada solusinya?
Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andy Nugroho, memberikan tips bagi kalian yang jodohnya tiba-tiba datang tapi biaya untuk pernikahan masih kurang atau belum direncanakan dengan baik.
Sebelum melangkah lebih jauh, Andy menjelaskan sebenarnya biaya pernikahan itu murah. Hanya saja, yang dianggap menguras kantong itu perkara biaya sosialnya.
"Untuk bisa menikah dengan resmi secara agama dan negara, dengan melakukan proses akad nikah datang ke kantor KUA, biayanya cukup Rp 100 ribu sudah sah sebagai suami istri. Yang mahal adalah biaya resepsi pernikahannya," kata Andy saat dihubungi kumparan, Rabu (11/9).
Andy mengakui biaya resepsi itu semakin besar apabila pasangan yang akan menikah berasal dari keluarga yang terpandang di masyarakat.
Untuk itu, ia menyarankan alangkah lebih baik resepsi yang digelar harus menyesuaikan dengan budget atau dana yang tersedia.
"Karena orientasinya adalah pasca pernikahan pasangan tersebut masih harus mencari dan mengisi tempat tinggalnya yang baru juga," tutur Andy.
Meski begitu, Andy tidak menampik saat ini resepsi pernikahan memang sudah seperti kewajiban yang perlu dilakukan bagi pasangan.
Sehingga, apabila uang masih pas-pasan, Andy mengatakan langkah yang bisa diambil untuk menyiasatinya adalah meminjam uang dari orang terdekat.
"Cari pinjaman ke orang tua atau saudara atau teman. Dengan meminjam ke orang-orang terdekat akan meminimalisir dampak negatif bila kita telat bayar. Meskipun jangan dijadikan juga kebiasaan juga untuk telat bayar bahkan ngemplang utang," ujar Andy.
Andy juga menyarankan bisa saja menggadaikan atau menjual aset yang dimiliki seperti kendaraan bermotor. Ia menjelaskan dengan melakukan langkah tersebut bisa meminimalkan bunga yang harus dibayarkan atau bisa saja tidak ada beban utang setelah pernikahan kalau menjual aset tersebut.
Selain itu, Andy mengungkapkan langkah mengajukan pinjaman multiguna ke Bank atau kartu kredit bisa menjadi alternatif. Namun, Andy juga menyarankan memanfaatkan koperasi yang biasanya ada di tempat bekerja.
"Bila dari tempat kita kerja ada koperasinya, maka bisa coba untuk mendapatkan pinjaman bagi karyawan. Biasanya akan dengan konsekuensi kita akan diikat tidak boleh resign selama belum lunas," terang Andy.
