Tips Keuangan: Penghasilan Suami Istri Baiknya Digabung atau Dipisah?

Mengatur keuangan bagi pasangan yang baru saja menikah bukan perkara mudah. Penghasilan sebelum menikah yang bisa diatur untuk seorang diri, kini harus disesuaikan berdua.
Nah, kondisi tersebut harus dipikirkan secara matang agar tidak terjadi kesalahpahaman saat mengatur keuangan dalam berumah tangga. Untuk itu, kita harus tahu bagaimana cara mengatur keuangan, khususnya bagi mereka yang baru saja menikah.
“Tips untuk mengelola keuangan keluarga ada beberapa cara. Pertama, ada yang memilih menggabungkan penghasilan suami dan istri seandainya bekerja, untuk kemudian dikelola oleh istri. Ada pula yang mengelola suaminya,” kata Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho saat dihubungi kumparan, Selasa (14/1).
Andy menjelaskan, cara itu biasa digunakan baik oleh pasangan yang sudah lama menikah maupun pengantin baru. Selain itu, kata Andy, ada pula pasangan yang mengatur penghasilannya tetap di akun rekening masing-masing. Namun, sudah dibagi untuk pengeluarannya.
“Misal penghasilan suami untuk konsumsi sehari-hari seperti makan, biaya transport, uang sekolah anak, bayar cicilan, dan sebagainya. Sementara dari penghasilan istri digunakan untuk ditabung serta dana darurat,” ujar Andy.
Andy merasa cara manapun yang dipilih dan siapa yang mengelola tidak menjadi persoalan utama. Menurutnya, hal tersebut harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga.
“Karena ada saja yang merasa istri lebih bisa mengatur keuangan dibanding suaminya. Namun ada juga yang merasa suaminya lebih bisa mengaturnya. Hal yang sama juga berlaku pada uang yang akan digabungkan atau tidak,” terang Andy.
Lebih lanjut, Andy menuturkan yang paling penting adalah komunikasi antara istri dan suami dalam mengatur keuangannya. Jangan sampai ada rasa curiga atau salah pengertian karena ada uang yang digunakan tanpa sepengetahuan salah satu pihak.
“Jadi misal rekening keduanya dipisah. Lalu istri bagiannya adalah untuk ditabung dan dana darurat, namun ternyata rutin juga mengirimkan uang ke orang tuanya atau bantu kebutuhan adiknya yang masih sekolah. Hal-hal tersebut juga perlu disampaikan ke pasangannya agar bisa lebih jelas pengeluarannya,” tutur Andy.
