Bisnis
·
1 Agustus 2021 12:56
·
waktu baca 2 menit

Tips Keuangan: Rekening Tabungan Suami Istri Baiknya Digabung Atau Dipisah?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tips Keuangan: Rekening Tabungan Suami Istri Baiknya Digabung Atau Dipisah? (687131)
searchPerbesar
Ilustrasi keuangan. Foto: Shutter Stock
Mengelola keuangan bagi pasangan suami istri tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Harus ada keterbukaan atau kejujuran dalam memanfaatkan uang.
ADVERTISEMENT
Kalau tidak jujur, bisa saja menimbulkan kesalahpahaman antara suami istri seperti yang dialami seorang nasabah BRI, Anja Ayu Miranti. Anja mengaku rekeningnya dibobol, tetapi pelakunya adalah suaminya sendiri.
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, mengatakan salah satu solusi mengatur keuangan suami istri adalah menggabungkan rekening. Namun, tidak semua suami istri harus menyatukan rekeningnya.
“Kalau menurut saya suami istri baru memerlukan rekening bersama untuk kebutuhan keuangan mereka, ketika merasa sangat memerlukan hal tersebut atau merasa perlu mengontrol keluar masuknya uang secara bersama,” kata Andy saat dihubungi, Minggu (1/8).
Andy mengungkapkan kalau suami istri masing-masing bekerja tentu sama-sama memiliki rekening tabungan. Ia tidak mempermasalahkan kalau suami istri saling berbagi PIN ATM karena bisa digunakan untuk kondisi darurat.
ADVERTISEMENT
Namun di balik saling mengetahui PIN ATM atau password juga harus diikuti kejujuran atau keterbukaan dari keduanya.
“Artinya bila salah satu mengambil uang pasangannya maka segera sampaikan kepada pemiliknya, agar tidak terjadi salah paham,” ujar Andy.
Sebelumnya, Andy merasa ada beberapa cara untuk mengelola keuangan suami istri atau keluarga. Ia menjelaskan ada yang memilih menggabungkan penghasilan keduanya, lalu dikelola istri atau sebaliknya.
Tips Keuangan: Rekening Tabungan Suami Istri Baiknya Digabung Atau Dipisah? (687132)
searchPerbesar
Ilustrasi ATM Foto: Pixabay
Andy menuturkan bisa juga keduanya punya rekening bank berbeda tapi sudah disepakati pengeluarannya. Ia mencontohkan penghasilan suami bisa untuk biaya makan, transportasi, hingga cicilan. Sedangkan uang istri difokuskan tabungan atau dana darurat.
“Cara mana pun yang dipilih serta siapa yang akan mengelola tidak masalah karena disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga,” terang Andy.
ADVERTISEMENT
“Karena ada saja yang merasa istri lebih bisa mengatur keuangan dibanding suaminya, namun ada juga yang merasa suaminya lebih bisa mengaturnya. Hal yang sama juga berlaku pada uang yang akan digabungkan atau tidak,” tambahnya.
Andy menegaskan yang tidak kalah penting adalah komunikasi suami istri harus intens dan terbuka mengenai penggunaan uang. Sehingga tidak timbul kecurigaan dan terjadi salah pengertian.