Total Investasi Smelter Freeport di Gresik Capai Rp 58 Triliun
·waktu baca 2 menit

Smelter tembaga kedua milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, resmi beroperasi. Investasi proyek smelter ini mencapai Rp 58 triliun.
"Total investasi yang sudah kita keluarkan USD 3,7 miliar atau sekitar Rp 58 triliun. Ini salah satu investasi besar dan merupakan juga ada di portofolionya Pak Menteri Investasi," kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas saat peresmian di Gresik, Kamis (27/6).
Smelter ini ditargetkan mulai produksi pada Agustus 2024 nanti dengan input konsentrat tembaga berkapasitas 1,7 juta ton menghasilkan 650 ribu ton katoda tembaga.
Selain itu juga ada pemurnian lumpur anoda yang menghasilkan 50-60 ton emas dan 220 ton perak per tahun. Puncak kapasitas produksi ditargetkan bisa terealisasi pada Desember 2024.
Pada kesempatan yang sama Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, mengatakan investasi yang dilakukan PTFI ini telah menyerap 40 ribu tenaga kerja pada masa konstruksinya.
"Penciptaan lapangan kerja hampir 40 ribu. Sekalipun pada saat masa produksi tinggal kurang lebih 2.000-3.000," ujar Bahlil.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Holding BUMN Pertambangan MIND ID, Heri Yusuf, mengatakan penyerapan tenaga kerja di Smelter Freeport Gresik ini bisa menyerap tenaga kerja lokal.
“Ini keunikan smelter tembaga PTFI, di mana untuk menjadi negara maju kita harus mengandalkan SDM dalam negeri, dan serapan tenaga kerjanya ini 98 persen tenaga kerja Indonesia dengan rincian sebanyak 50 persen pekerja lokal,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (12/3).
