Tuntut Pencabutan UU Cipta Kerja, Said Iqbal Mau Ajak 5 Juta Buruh Mogok Kerja
·waktu baca 2 menit

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, bakal mengorganisir para buruh agar mau melakukan mogok kerja pada Juli atau Agustus 2023 mendatang. Aksi tersebut merupakan bentuk protes jika Presiden Jokowi dan DPR tidak mencabut UU Cipta Kerja.
Said Iqbal mengungkapkan ada 5 juta buruh di 100 perusahaan yang akan melakukan mogok kerja. Buruh tersebut bekerja mulai dari di pabrik hingga sopir ojek online.
“Bilamana pemerintah dan DPR tidak mau mencabut UU Cipta Kerja, maka bisa dipastikan Partai Buruh akan mengorganisir mogok nasional. 5 juta buruh di hampir 100 ribu perusahaan, 38 provinsi, 457 kabupaten kota,” kata Said Iqbal saat peringatan May Day di Jakarta, Senin (1/5).
Partai buruh bersama Organisasi Serikat Buruh melakukan aksi May Day 2023 di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Dalam aksi ini para buruh melayangkan 6 tuntutan, yakni mencabut UU Cipta Kerja, mengesahkan RUU PPRT dan tolak HOSTUM, mewujudkan Reforma Agraria dan kedaulatan Pangan, tolak RUU Kesehatan, Pilih Capres 2024 yang pro buruh dan kelas pekerja, hingga cabut parliamentary threshold 4 persen dan presidential threshold 20 persen.
Massa buruh dijadwalkan melakukan aksi di depan Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, akses mereka ke Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, ditutup.
"Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian tidak diizinkan menuju Istana dan Gedung MK. Maka kami melakukan aksi di seputaran Patung Kuda atau Bundaran yang di depan Gedung Indosat," ujar Said Iqbal.
Mereka menyampaikan orasi mereka dari pukul 09.30 WIB hingga 11.59 WIB. Usai melakukan aksi di Bundaran Patung Kuda, para buruh lalu bergeser ke Istora Senayan untuk acara May Day Fiesta.
