Kumparan Logo

Turun 24 Ribu, Angka Pengangguran RI Jadi 7,22 Juta Orang per Mei 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja melintasi pedestrian saat jam pulang kerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja melintasi pedestrian saat jam pulang kerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

​Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka pengangguran angkatan kerja di Indonesia mengalami penurunan pada Mei 2026. Penurunan tercatat sebanyak 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026, sehingga total pengangguran menjadi 7,22 juta orang.

​Per Mei 2026, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 155,41 juta orang atau bertambah 497 ribu orang. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja yang terserap atau bekerja mencapai 148,19 juta orang, meningkat 522 ribu orang.

​“Angkatan kerja yang tidak terserap menjadi pengangguran sebanyak 7,22 juta orang atau turun 24 ribu orang dibanding Februari 2026,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam rilis pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).

​Dari 522 ribu orang angkatan kerja baru yang bekerja, Edy menjelaskan bahwa porsi tersebut terbagi ke dalam tiga kategori, yakni pekerja penuh, pekerja paruh waktu, dan setengah pengangguran.

​“Jika dirinci, penduduk yang bekerja terdiri atas pekerja penuh 98,983 juta orang atau bertambah 391 ribu orang, pekerja paruh waktu 38,419 juta orang atau meningkat 72 ribu orang, serta pekerja setengah pengangguran sebanyak 10,787 juta orang atau naik 59 ribu orang,” jelas Edy.

​Sementara secara keseluruhan, BPS mencatat jumlah penduduk usia kerja di Indonesia per Mei 2026 mencapai 220,23 juta orang atau bertambah 689 ribu orang. Angka tersebut terdiri dari kelompok angkatan kerja sebanyak 155,41 juta orang dan kelompok bukan angkatan kerja sebanyak 64,82 juta orang (meningkat 191 ribu orang).